Rabu, 07 Desember 2011


Makna  Dan Hakikat Ibadah



❀❀.• ¸¸.•*•♥♥•*¨.••.✿❀❀.• ¸¸.•*•♥♥




Bismillahirrahmanirrahiim..



Assallamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh



.•*´¨`*•. (`'•.¸ ¸.•'´) .•*´¨`*•.



Sejatinya seorang muslim dalam beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala,harus memahami ajaran Islam secara utuh dan menyeluruh, sehingga ajaran islam memberikan dampak yang positif baik bagi dirinya sendiri, maupun memberikan sentuhan terhadap terciptanya, sebuah kedamaian bagi lingkungannya.

Islam bermakna damai dan perdamaian,juga bermakna taslim dan iqiyaad, yaitu pasrah diri dan patuh, patuh terhadap  aturan-aturan apa yang telah ditetapkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, melalui Al Quran dengan perantaraan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, supaya hamba-hamba-Nya melaksanakannya dengan dasar iman. 

Ajaran islam sangat memperhatikan kemaslahatan umat manusia,mengatur dan menata sedemikian rupa, yang berhubungan dengan aqidah,akhlaq, dan muamalah antara sesama manusia,sehingga manusia menjadi makhluk terkendali keseimbangannya,dengan demikian  mampu menjaga hubungan baik, dengan penghambaan yang murni secara langsung kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, hamblum minallah yang sering juga disebut Ibadah Mahdah,disamping sebagai hubungan hamba dengan khaliq-Nya juga merupakan hubungan interaksi antara hamba dengan makhluk lainnya yang sering kita dengar dengan Ibadah ghairu mahdah. 

Nilai-nilai ajaran islam yang luhur dan mulia, menuntun kita umatnya agar melaksanakan amal ibadah dengan benar. Sebagaimana kita maklumi bersama dalam islam, tidak dikenal pemisahan antara amal dunia dan amal akhirat, sebab amal dunia dengan sendirinya akan menjadi ibadah kalau diiringi dengan niat yang tulus semata-mata mengharap keridhaan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Sejalan dengan itu Syaikhul Islam ibnu Taimiyah Rahimahullah, mendifinisikan ibadah sangat luas, dimana ibadah adalah suatu istilah, dan  segala sesuatu yang di Ridhai dan di Cintai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, baik berupa perkataan maupun perbuatan, yang diniatkan untuk mengharap keridhaan-Nya adalah ibadah

Ibadah secara umum dapat dipahami sebagai wujud penghambaan diri seorang makhluk kepada Sang Khaliq-Nya. Penghambaan itu lebih didasari pada perasaan syukur atas semua nikmat yang telah dikaruniakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala kepadanya.Kunci iman adalah ibadah, benar tidaknya ibadah seseorang sangat berpengaruh terhadap benar tidaknya iman, dengan kata lain bila iman terpelihara maka dengan sendirinya ibadah pun berdampak teratur.

Karena kita telah menyatakan dan mengakui beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala,maka ibadah yang ditunaikan hendaknya dilaksanakan semata-mata mengharap keridhaan-Nya, dengan demikian itulah hakikat nilai ibadah yang disebut beramal dengan ikhlas.    Kita menyadari bahwa hakikat hidup manusia, dan salah satu tujuan Allah Subhanahu wa Ta’ala,menciptakan manusia adalah untuk mengabdi dan beribadah kepada-Nya. Sebagaimana yang terkandung dalam Al Quran.

Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman :

“Tiadalah AKU (ALLAH), Menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka Beribadah Kepada-KU.”(QS. Az Zariyat : 56).

Dalam hal ini berbagai macam tipe orang melaksanakan ibadah, Imam Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu Anhu’,Mengklasifikasikan ada tiga model ibadah yang dilakukan umat islam yaitu :


A.Ibadat  Al Tujjar (Ibadahnya Pedagang).


Sebagian kita jumpai orang melaksanakan ibadah, karena mengharap keuntungan,bahwa disuatu saat nanti  Allah Subhanahu wa Ta’ala,akan membayar hasil ibadah dengan ganjaran imbalan pahala,sehingga termotivasi beribadah ingin mendapatkan pahala dan ingin masuk surga. Menurut  Imam Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu Anhu’,orang yang beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala,karena mengharap imbalan adalah ibadahnya pedagang,karena ibadahnya pedagang senantiasa yang terlintas dalam benak pikirannya, adalah menghitung untung dan rugi.

Dan pedagang selalu bertindak, dengan pertimbangan segala resiko usahanya,bila menguntungkan dilaksanakan,bila tidak menghasilkan atau merugikan pasti ditinggalkan,sehingga surga adalah keuntungan dan neraka adalah kerugian,ibadah pedagang dilakukannya hanya untuk menghindari agar tidak terjadi kerugian  di akhirat kelak.  


B.Ibadat  Al Abid  (Ibadahnya hamba Sahaya).


Orang yang melaksanakan ibadah ,karena takut dengan siksaan Allah Subhanahu wa Ta’ala,takut menghadapi azab pedih api neraka. Imam Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu Anhu’,menyatakan orang yang beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala,karena takut siksa dan api neraka, adalah ibadahnya hamba sahaya,dimana hamba sahaya atau budak belian, akan melaksanakan sesuatu ketika diperintahkan oleh majikannya, dan meninggalkan suatu pekerjaan bila dilarang majikannya.

Meskipun demikian ibadahnya pedagang yang mengharapkan imbalan pahala, dan ingin masuk surga,serta ibadahnya kaum hamba sahaya, yang beribadah karena takut dengan siksaan api neraka, Tentu kita tidak serta merta menyatakan model ibadah semacam ini adalah keliru. Karena dalam Al Quran banyak ayat yang menjelaskan bahwa pahala dan kebaikan bagi orang yang melaksanakan ibadah, dan siksa bagi orang-orang yang melalaikan. Sepanjang ibadah yang dilaksanakan, dengan niat ikhlas hanya mengharap keridhaan Allah Subhanahu wa Ta’ala,ibadah tidak akan sia-sia.

Ibadah yang kita laksanakan semata-mata karena Allah Subhanahu wa Ta’ala,dan mengharap keridhaan-Nya itulah disebut beribadah dengan ikhlas, ikhlas juga merupakan syarat diterimanya amal ibadah kita,ikhlas akan melahirkan dan bertambahnya rasa syukur atas semua nikmat yang telah dikaruniakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman :

“Dan tiada diperintahkan mereka,melainkan supaya mereka beribadah kepada ALLAH,dengan Ikhlas  Mentaati-Nya ,semata-mata karena (menjalankan) agama,dan juga agar mendirikan shalat, menunaikan zakat , demikian itulah agama yang lurus (benar).”(QS.  Al Bayyinah  : 5).

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda :

“ALLAH tidak akan menerima amalan,Melainkan amalan yang Ikhlas dan hanya mencari Keridhaan  ALLAH.” ( HR. Ibnu Majah)

Salah satu yang harus menjadi  perhatian kita dalam beribadah adalah niat, karena itu setiap muslim harus senantiasa memperbaiki niat dalam ibadahnya, karena nilai amal perbuatan yang dikerjakan pada hakikatnya, kembali pada sipemiliknya dan tergantung kepada niatnya,  dan tiap orang hanyalah mendapatkan sesuai dengan apa yang diniatkan. 

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda :

“Dari Umar bin Khathab Radhiyallahu Anhu’’Menuturkan bahwa ia mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda : “Sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung pada Niatnya, dan sesungguhnya setiap orang itu tergantung terhadap apa yang dia Niatkan.Maka Barangsiapa berhijrah untuk memperoleh Ridha ALLAH dan RASUL-NYA, maka hijrahnya akan memperoleh Ridha ALLAH dan RASUL-NYA. Dan Barangsiapa yang hijrahnya untuk mendapatkan dunia, atau untuk mencari wanita yang akan ia nikahi, maka balasan hijrahnya sesuai dengan apa yang di Niatkannya." (HR. Bukhari dan Muslim)


C.Ibadat  Al Syakirin  (Ibadahnya hamba ALLAH yang bersyukur).


Ibadahnya orang-orang yang bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, Menurut  Imam Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu Anhu’,model ibadah inilah yang sebenarnya, dimana ibadah yang dilakukan didasari atas rasa syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala,atas segala nikmat ,anugerah dan karunia-Nya.Ibadah yang dilakukan oleh hamba-hamba-Nya karena cintanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, Ibadah yang dilaksanakan karena ada kerinduan dengan Maha Penyayang,Maha Pengasih,Maha Indah,Maha pemberi Nikmat yang senantiasa penuh kasih sayang kepada hamba-hamba-Nya.


Allah Subhanahu wa Ta’ala, tidak pernah berhenti memberikan nikmat kepada seluruh makhluk-Nya,nikmat dan Anugerah-Nya terhampar dan berlimpah ruah di alam semesta,diperuntukkan kepada semua mahkluk dan Ciptaan-Nya,baik yang taat maupun yang durhaka sekalipun tiada luput dari Pemberian-Nya. Namun Demikian sebagaian manusia berbuat dzalim dan mengingkari nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman :

“Dan DIA telah memberikan kepadamu yang segala yang kamu mohonkan Kepada-Nya.Dan jika kamu menghitung nikmat ALLAH, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya,sungguh manusia itu sangat dzalim dan sangat mengingkari (nikmat ALLAH).” (QS.  Ibrahim : 34)


Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa memberikan, dan tidak pernah berhenti mencurahkan nikmat kepada seluruh makhluk-Nya, semestinya manusia pun tidak pernah berhenti untuk bersyukur kepada-Nya. Mensyukuri nikmat  Allah Subhanahu wa Ta’ala,yang menyebabkan bertambahnya nikmat. Maka Sudah selayaknya apabila seorang muslim yang bijaksana, akan mengusahakan sebanyak mungkin amal ibadahnya dengan bentuk apapun pada setiap desak nafas kehidupannya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman :

“Sesungguhnya jika kamu Bersyukur,Niscaya pasti Kami (ALLAH) akan menambah (nikmat) kepadamu,dan jika kamu mengingkari (nikmat-KU), Maka pasti azab-KU sangat pedih (berat).” (QS.  Ibrahim : 7).

Muslim yang bijaksana tentunya  menjadikan setiap anggota tubuhnya, sebagai ladang amal ibadah, sarana untuk meningkatkan dan memperbanyak amal ibadah, dengan demikian sebagai wujud syukur kaki dipergunakan untuk berjalan ke tempat majlis ilmu,dan mengunjungi tempat kebaikan.Mata dipergunakan untuk melihat ciptaan Allah Subhanahu wa Ta’ala,mengamati alam semesta,mata dipergunakan agar bisa membedakan yang haq dan bathil, sehingga akan menambah rasa syukur atas nikmat sepasang mata yang telah dianugerakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Sebagai rasa syukur Lisan dipergunakan, untuk berdzikir dan membaca Al Quran,mengucapkan kata-kata kebaikan, sehingga dengan demikian akan bertambah subur ibadahnya. Telinga dipergunakan sebagai sarana ibadah untuk mendengarkan Kalam Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan Sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam,sehingga memudahkan perjalanannya menunuju Keridhaan-Nya. Atas dasar pemetaan tersebut diatas, maka idealnya setiap muslim menempatkan dan membangun rasa syukur didalam pribadinya, yang diaplikasikan dalam ibadahnya setiap hari. 


Demikian  untaian  sederhana, makna dan hakikat ibadah,  mudah-mudahan manfaat buat kita semua,yang benar haq semua datang-Nya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala,Yang kurang dan khilaf mohon sangat  dimaafkan ’’Akhirul qalam “Wa tawasau bi al-haq  Watawa saubil shabr “.Semoga  Allah Subhanahu wa Ta’ala . Senantiasa menunjukkan kita pada sesuatu yang di Ridhai dan di Cintai-Nya..AAmiin Allahuma AAmiin



.•Walhamdulillah Rabbil’alamin •.


♥♥.•*´¨`*•. ¸  •.♥♥¸.•'´)•.♥♥


❀❀ Sahabat  Ukhuwah fillah ALL ❀❀  Silakan di Share….Semua untuk Umat dan Syiar Islam,  Kunjungi page kami dibawah ini dan klik ''Like/Suka'' untuk Bergabung. Jazzakumullahu khayran wa Barakallahu fiikum.

 

MENATA AKHLAQ  Menuju Ridha dan Cinta-NYA

WANITA SHOLEHAHMutiara  Muslimah  Sejati

Beibz Jelita

INDAHNYA MERANGKAI  Silaturrahmi dan Ukhuwah

Abdul Haris Muenthazzar






¸.•.Abdul  Haris  Muenthazzar .



SaLaM SantuN Erat  SiLatuRahmi dan UkhuWaH FillaH

¸.••. ¸.••.❀❀.••.¸

Tidak ada komentar:

Posting Komentar