Jumat, 09 Desember 2011


Naungan ALLAH Pada Hari Kiamat


♥♥˚•. (`'•.¸♥♥ ¸.•'´) .• ☆◦˚.♥♥♥♥˚•. (`'•.¸♥♥ ¸.•'´) .• ☆◦˚.♥♥


Bismillahirrahmanirrahiim..

Assallamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh


                                                  
❀❀.• ¸¸.•*•♥♥•*¨.••.✿❀❀.• ¸¸.•*•♥♥

Islam mengajarkan kita pada umatnya bahwa tidak dikenal pemisahan antara amal dunia dan amal akhirat. Sebab amal dunia dengan sendirinya akan menjadi ibadah kalau dibarengi niat yang tulus dan ikhlas mengharap keridhaan Allah Subahanu wa Ta’ala. Bagaimanupun kita tidak akan dapat terlepas dari ketergantungan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Meskipun kita disibukkan dengan hal-hal  materi dan keduniawian  namun kita tetap istiqamah dan senantiasa selalu bersikap,  melakukan ketaatan beribadah hanya ditujukan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala’,dengan menggunakan semua kenikmatan yang telah diberikan, melakukan amalan-amalan  hanya semata-mata-mata untuk mencapai dan meraih keridhaan-Nya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman :

“ AKU (ALLAH)’ Tidak Menciptakan jin dan manusia, Melainkan supaya mereka Menyembah-KU’. (QS. Adz Dzariyat : 56).
 
Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai hamba-hamba-Nya, yang  senantiasa selalu berusaha memanfaatkan  kehidupannya dengan  kebaikan, tentunya mengisinya dengan amal shaleh.  Setiap muslim   tentunya mengharapkan bahwa dalam perjalanan hidupnya akan meraih keselamatan  baik didunia terlebih keselamatan di negeri akhirat kelak.

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda :

“Tujuh orang yang akan Dinaungi ALLAH dalam Naungan-Nya, dimana pada hari itu yang tiada naungan selain Naungan-Nya : 1. Seorang imam (penguasa) yang adil,2.Seorang Pemuda yang semenjak remajanya beribadah kepada ALLAH,3. Seorang yang hatinya terpaut dengan mesjid,4.Dua orang yang saling mencintai karena ALLAH,berkumpul dan berpisah karena ALLAH,5.Seorang yang dirayu wanita bangsawan dan rupawan dan berkata “Sungguh aku takut kepada ALLAH,6.Seorang yang bersedekah, lalu dirahasiakan sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang didermakan oleh tangan kanannya,dan 7. Seorang yang Berdzikir kepada ALLAH di tempat sunyi, lalu mencucukan air matanya.” (HR. Bukhari dan Muslim). 

Makna yang terkandung didalam hadist diatas, menjelaskan bahwa tujuh orang yang selama hidupnya didunia melakukan kebaikan dengan amal shaleh dan memperoleh Naungan Allah Subhanahu wa Ta’ala, dimana pada hari itu tidak ada naungan selain Naungan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Imam Nawawi menyatakan bahwa”yang dimaksud pada hari itu ialah hari kiamat,sewaktu orang-orang berdiri di padang mahsyar,untuk menghadap kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, mempertanggung jawabkan segala amal perbuatannya selama hidup didunia.

Matahari saat itu berada sangat dekat  diatas kepala,panasnya menyegat,saat itu itu tidak ada naungan sedikit pun kecuali Naungan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Adapun orang-orang yang mendapatkan pengormatan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala memperoleh Naungan-Nya adalah tujuh orang sebagaimana yang diterangkan dalam hadit diatas.

1.Imam yang adil atau penguasa yang adil memimpin manusia dengan petunjuk Al Quran,dimana ia melakukan segala kepemimpinanya,dengan  amar ma’ruf dan nahi mungkar untuk kepentingan semua masyarakat,memelihara kepentingan orang banyak dan melindungi dengan kemaslahatan.

2.Pemuda  yang taat Beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan masa mudahnya  tumbuh kecintaanya  dan giat melaksanakan amalan-amalan yang di ridhai-Nya, Sehingga di hari akhirat kelak akan memperoleh Naungan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

3.Seorang yang hatinya senantiasa selalu terpaut kepada Mesjid, ia sangat mencitai rumah Allah Subhanahu wa Ta’ala, untuk melakukan shalat berjamaah,dimanapun ia berada hatinya selalu rindu ke mesjid untuk melakukan aktfitas ibadah,berdzikir  dan membaca ayat-ayat Allah Subhanu wa Ta’ala.

4.Dua orang yang saling mencintai,  berkumpul dan berpisah karena Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dimana keduanya bersama-sama mencari keridhaan-Nya, saling tolong menolong dalam berbuat kebaikan dan saling meningkatkan ketaqwaan.

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda :

 Tidak Beriman seorang dari kamu, Sehingga ia Mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri” (HR. Bukhari  dan Muslim).

5.Seorang laki-laki yang dirayu oleh seorang wanita bangsawan dan rupawan,lalu mengatakan “Sungguh aku takut kepada  Allah Subhanahu wa Ta’ala” dikatakan bangsawan karena kedudukannya dan  wanita parasnya cantik rupawan laksana putri bangsawan,akan tetapi sekalipun laki-laki itu dirayunya, ia enggan dan menolak ajakan wanita berbuat yang dilarang-Nya, dan mengatakan Aku takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala,dan penolakannya semata-mata karena takut  akan murka Allah Subhanahu wa Ta’ala’Itulah janji Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada laki-laki yang dengan istiqamah mempertahankan yang haq.

Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman :

‘Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Rabb-Nya, akan memperoleh dua Surga.” (QS. Ar Rahman : 46).

6. Seorang yang mengeluarkan sedekah secara rahasia,sehingga tangan kirinya yang berdekatan dengan tangan kanannya tidak mengetahui,orang tersebut adalah orang yang ikhlas menyisihkan sebagian hartanya semata-mata mengharapkan rahmat dan keridhaan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

7. Seorang yang senantiasa berdzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala di tempat sepi, lalu meneteskan air mata, dikatakan menyepi karena ia seorang diri menjauhi pandangan orang banyak, menyempatkan waktu berdzikir,bertaqarrub dan bersyukur atas nikmat   Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Merenungkan segala amal yang akan dihisab pada hari akhirat , kedua matanya  melelehkan air mata  karena sangat Mengagungkan dan merasakan akan kebesaran Allah Subhanahu wa Ta’ala. Berdzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala setiap saat, adalah  anjuran agar kita  selalu mengingat-Nya, dan sebagai indikasi sikap tawadhu.

Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman :

“Karena itu, Ingatlah kalian kepada-KU, niscaya AKU (ALLAH)’ akan ingat pula kepada kalian. Dan Bersyukurlah kepada-KU, serta janganlah kalian mengingkari Nikmat-Ku” (Q.S. Al Baqarah : 152). 

Sahabat-sahabat yang di Rahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala,demikian semoga manfaat  buat kita semua, Yang benar haq semua datang-Nya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala,yang kurang dan khilaf mohon sangat  dimaafkan ’’Akhirul qalam “Wa tawasau bi al-haq  Watawa saubil shabr “.Semoga  kita semua termasuk yang akan Memperoleh Naungan-Nya di akhirat kelak,dan Semoga  pula  Allah Subhanahu wa ta’ala . senantiasa menunjukkan kita pada sesuatu yang di Ridhai dan di Cintai-NYA....Aamiin Allahuma AAmiin.

.•Walhamdulillah Rabbil’alamin •.

♥♥.•*´¨`*•. ¸  •.♥♥¸.•'´)•.♥♥

❀❀ Sahabat  Ukhuwah fillah ALL ❀❀ 

Silakan di Share….Semua untuk Umat dan Syiar Islam,  Kunjungi page kami dibawah ini dan klik ''Like/Suka'' untuk Bergabung.  

Jazzakumullahu khayran wa Barakallahu fiikum. ❀ 


MENATA AKHLAQ  Menuju Ridha dan Cinta-NYA

WANITA SHOLEHAHMutiara  Muslimah  Sejati

INDAHNYA MERANGKAI  Silaturrahmi dan Ukhuwah

Abdul Haris Muenthazzar




SaLaM SantuN Erat  SiLatuRahmi 

dan UkhuWaH FillaH





¸.••. ¸.••.❀❀.••.¸

Cinta dan Benci Secara Sederhana

❀❀.• ¸¸.•*•♥♥•*¨.••.✿❀❀.• ¸¸.•*•♥♥


♥♥˚•. (`'•.¸♥♥ ¸.•'´) .• ☆◦˚.♥♥








Bismillahirrahmanirrahiim..


Assallamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh




Sahabat  Saudaraku  fillah..



Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Sallam Bersabda:


“ Cintailah sesuatu itu dengan biasa-biasa saja karena boleh jadi suatu saat nanti dia akan menjadi sesuatu yang kamu benci, dan bencilah sesuatu yang tidak kamu ketahui dengan biasa-biasa saja, karena boleh jadi suatu saat nanti dia akan menjadi sesuatu yang kamu cintai.” ( HR. Bukhari , Abu Daud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah, dari Abu Hurairah ).



Duhai sahabat saudaraku fillah...pernahkah begitu dekat dengan seseorang dan kita mencintainya secara berlebihan?



Di mata kita dia adalah seorang yang begitu sempurna tanpa cela sedikitpun. Jika ada orang lain yang mencela atau menyakiti dirinya kita habis-habisan membelanya. Sedemikian cintanya sampai-sampai kita tak menyadari bahwa setiap orang bisa berubah kapanpun dan tak luput dari kesalahan.


Begitu juga mungkin kita pernah membenci seseorang secara berlebihan, seolah tak ada kebaikan sedikitpun . Walaupun dia sudah berbuat baik di mata kita tetaplah salah. Sedemikian bencinya sampai menutup hati kita dari kebenaran.


Cinta dan benci yang berlebihan tidaklah baik. Sikap yang terbaik bagi sesama insan adalah sewajarnya, sederhana saja. Islam mengajarkan kepada kita untuk tak berlebihan dalam segala hal. Termasuk dalam mencintai dan membenci seseorang atau sesuatu.


Mengapa kita tak boleh mencintai dan membenci seseorang secara berlebihan?



1.Agar kita bisa bersikap adil


Orang yang cinta dan benci secara berlebihan sulit bersikap adil. Jika orang yang dicintainya secara berlebihan berbuat salah kita menganggapnya tetap benar. Sebaliknya jika orang yang dibencinya berlebihan berbuat kebaikan kita tetap menganggapnya sebuah kesalahan. Padahal Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah mengingatkan kita untuk bersikap adil dalam menilai seseorang.


“ Wahai orang-orang yang beriman ! Jadilah kamu sebagai penegak keadilan karena Allah, ( ketika ) menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena ( adil ) itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan. “( QS. Al- Maidah : 8 ).



2. Karena kita tidak pernah tahu akan perubahan seseorang


Bisa jadi orang yang kita cinta, kita puja, kita kagumi dan kita anggap separuh jiwa itu berbalik kita benci karena sikap dan perbuatannya yang membuat kita kecewa. Begitupun seorang musuh bisa berubah menjadi sahabat sejati, teman bicara yang menyenangkan dan bisa mendukung kita dalam banyak hal.


Jadi, cintailah dan bencilah seseorang atau sesuatu secara wajar dan sederhana saja, jangan berlebihan. Karena sesungguhnya hanya Allah dan Rasul- Nya yang pantas kita cintai sepenuh hati dan sepenuh jiwa mengalahkan segala yang ada di dunia ini.


“ Ada tiga perkara yang jika terdapat pada diri seseorang maka ia akan merasakan manisnya iman yakni ; menjadikan Allah dan rasul-Nya lebih dicintai dari apa yang selain keduanya, mencintai seseorang dan tidak mencintainya kecuali karena Allah, dan membenci kembali kepada kekufuran sebagaimana ia benci dilemparkan ke dalam neraka. “ ( HR. Bukhari ).



Demikianlah Sahabat Saudaraku fillah...semoga catatan ini bermanfaat.



.......(¯`*•.¸☆☆☆☆♥¸.•*´¯).......



❀❀ Sahabat  Ukhuwah fillah ALL ❀❀

Silakan di Share….Semua untuk Umat dan Syiar Islam,  Kunjungi page kami dibawah ini dan klik ''Like/Suka'' untuk Bergabung.  

Jazzakumullahu khayran wa Barakallahu fiikum.


MENATA AKHLAQ  Menuju Ridha dan Cinta-NYA

WANITA SHOLEHAHMutiara  Muslimah  Sejati

INDAHNYA MERANGKAI  Silaturrahmi dan Ukhuwah

Abdul Haris Muenthazzar





SaLaM SantuN Erat  SiLatuRahmi dan UkhuWaH FillaH

¸.••. ¸.••.❀❀.••.¸

Suka Duka Persahabatan

❀❀.• ¸¸.•*•♥♥•*¨.••.✿❀❀.• ¸¸.•*•♥♥

♥♥˚•. (`'•.¸♥♥ ¸.•'´) .• ☆◦˚.♥♥


Bismillahirrahmanirrahiim..


Assallamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh


.¸.••. •.❀❀..• ¸.•.

Sahabat  Saudaraku  fillah..


Alhamdulillah... Itulah kata pertama kali yang kita ucapkan manakala Allah menganugerahkan kepada kita sahabat - sahabat yang baik. Namun terkadang kenyataan tak seindah yang diharapkan. Allah memperkenalkan kepada kita beberapa teman dengan berbagai karakter dan bentuk fisik yang berbeda. Subhanallah... dunia penuh warna...


Ada teman yang bersifat keras, dialah sebetulnya yang mendidik kita untuk berani dan bersikap tegas ...


Ada teman yang lembut, dialah yang mengajarkan kepada kita cinta dan kasih sayang terhadap sesama..


Ada teman yang cuek dan masa bodoh, dialah sebetulnya yang membuat kita berpikir bagaimana agar kita bersikap perhatian terhadap orang lain...


Ada teman yang tidak bisa dipercaya dan kata- katanya sulit dipegang kebenarannya, sebetulnya dialah yang membuat kita berpikir dan merasa betapa tidak enaknya dikhianati, maka belajarlah untuk menjadi orang yang dapat dipercaya..


Ada teman yang jahat dan hanya memanfaatkan kebaikan orang lain, sebenarnya dia adalah orang yang membuat kita berpikir bagaimana bisa berbuat banyak kebaikan namun tetap waspada...


Itulah beragam karakter manusia, Allah memperkenalkan mereka kepada kita agar lebih bijak menyikapi kehidupan dan bisa mengambil hikmah darinya dengan saling melengkapi.


Namun demikian Islam yang mulia ini memberikan rambu-rambu dalam memilih teman sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam berikut ini :


“Sesungguhnya perumpamaan teman yang sholeh dan teman yang buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan tukang pandai besi. Seorang penjual minyak wangi bisa memberimu atau kamu membeli darinya atau kamu mendapatkan wanginya. Dan seorang pandai besi bisa membuat pakaianmu terbakar atau kamu mendapatkan bau yang tidak sedap. “( HR.Bukhari dan Muslim ).


“ Seorang insan itu tergantung kebiasaan teman karibnya , maka hendaklah salah seorang dari kalian melihat siapa yang dia jadikan teman karib”. ( HR. At-Tirmidzi ).



Sahabat  Saudaraku  fillah..


Orang akan mengetahui karakter kita yang sebenarnya dari teman kita. Oleh karena itu berhati-hatilah dalam memilih teman. Tidaklah pantas kita berteman dengan orang yang tidak mendatangkan kebaikan baik untuk urusan dunia dan akherat. Sungguh..sendirian itu lebih baik daripada berteman dengan orang yang jahat. Namun selama bisa mencari teman yang baik mengapa harus sendirian?


Tak bisa mencari teman yang baik adalah bukti kelemahan diri, namun akan lebih lemah lagi apabila menyia-nyiakan sahabat baik yang telah kita peroleh dengan susah payah. Saudaraku..janganlah meninggalkan teman yang sebelumnya berhati lurus namun tiba-tiba berubah karena berbagai sebab , rangkul kembali dan ajaklah meniti kembali jalan kebenaran karena kalau kita tinggalkan bagaimana yang bengkok menjadi lurus? Kuatkan kendali diri agar kita bisa meluruskan kembali jalan yang bengkok.


Sahabat-sahabat yang di Rahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala, . Mudah-mudahan manfaat buat kita semua,yang benar haq semua datang-Nya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala,Yang kurang dan khilaf mohon sangat  dimaafkan ’’Akhirul qalam “Wa tawasau bi al-haq  Watawa saubil shabr “.Semoga  Allah Subhanahu wa Ta’ala . senantiasa menunjukkan kita pada sesuatu yang di Ridhai dan di Cintai-Nya..AAmiin Allahuma AAmiin…


.•Walhamdulillah Rabbil’alamin •.


❀❀ Sahabat  Ukhuwah fillah ALL❀❀

Silakan di Share….Semua untuk Umat dan Syiar Islam,  Kunjungi page kami dibawah ini dan klik ''Like/Suka'' untuk Bergabung. Jazzakumullahu khayran wa Barakallahu fiikum. ❀ 


MENATA AKHLAQ  Menuju Ridha dan Cinta-NYA

WANITA SHOLEHAHMutiara  Muslimah  Sejati

INDAHNYA MERANGKAI  Silaturrahmi dan Ukhuwah

Abdul Haris Muenthazzar





SaLaM SantuN Erat  SiLatuRahmi dan UkhuWaH FillaH

¸.••. ¸.••.❀❀.••.¸

Pribadi Muslim
Menurut Al Quraan dan Sunnah

❀❀.• ¸¸.•*•♥♥•*¨.••.✿❀❀.• ¸¸.•*•♥♥


Bismillahirrahmanirrahiim..

Assallamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh


.¸.••. •.❀❀..• ¸.•.


Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, Sebagai Rahmatan Lil Alamin,Allah Subhanahu wa Ta’ala mengutus Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, sebagai rahmat bagi manusia.Meyelamatkan mereka dari kesesatan yang akan menjerumuskan ke dalam neraka,Menuntun mereka ke jalan Hidayah yang akan mengantarkan mereka ke Surga,jalan menunju surga adalah jalan yang jelas dan mudah.

Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan batasan-batasannya dan mewajibkan adab-adabnya,barangsiapa berkomitmen dan berpegang teguh dengannya,akan diantarkan kepada tujuan,akan tetapi barangsiapa yang melampaui batas dan menyalahinya,akan dicampakkan ke dalam neraka,,Naudzubillah.”Sesunguhnya apa yang telah ditetapkan dan diwajibkan Allah Subhanahu wa Ta’ala,ada batas kemampuan manusia.Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala juga menghendaki kemudahan dan tidak menghendaki kesesusahan bagi hamba-Nya.

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, dipilh oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, sebagai utusan-Nya,pembawa berita dan pemberi peringatan yang tertuang dalam Al-Qur’an.Wahyu Allah Subhanahu wa Ta’ala,yang disertai petunjuk pelaksanaanya yang berupa Sunnah yang shahih,Sunnah adalah aplikasi perbuatan dalam tataran kehidupan sehari-hari yang di contohkan Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam

Al-Qur’an dan Sunnah adalah dua pusaka Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam yang harus selalu dirujuk setiap muslim dalam segala aspek kehidupan. Satu dari sekian aspek kehidupan yang sangat penting adalah pembentukan dan pengembangan pribadi muslim. Pribadi muslim yang dikehendaki Al-Qur’an dan Sunnah adalah pribadi yang shaleh. Pribadi yang sikap, ucapan dan tindakannya terwarnai oleh nilai-nilai yang datang dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Persepsi atau gambaran masyarakat tentang pribadi muslim memang berbeda-beda. Bahkan banyak yang pemahamannya sempit sehingga seolah-olah pribadi muslim itu tercermin pada orang yang hanya rajin menjalankan Islam dari aspek ubudiyah-nya saja.

Padahal, itu hanyalah salah satu aspek saja dan masih banyak aspek lain yang harus melekat pada pribadi seorang muslim. Bila disederhanakan, ada sepuluh karakter atau ciri khas yang mesti melekat pada pribadi muslim yaitu :


1.Salimul Aqidah (Aqidah yang Bersih)

Salimul aqidah merupakan sesuatu yang harus ada pada setiap muslim. Dengan aqidah yang bersih, seorang muslim akan memiliki ikatan yang kuat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala . Dengan ikatan yang kuat itu dia tidak akan menyimpang dari jalan dan ketentuan-ketentuan-Nya.

Dengan kebersihan dan kemantapan aqidah, seorang muslim akan menyerahkan segala perbuatannya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman :

“Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku, semua bagi ALLAH tuhan semesta alam” (QS. Al-An’aam : 162).

Karena aqidah yang bersih merupakan sesuatu yang amat penting, maka pada masa awal da’wahnya kepada para sahabat di Mekkah, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mengutamakan pembinaan aqidah, iman dan tauhid.


2.Shalihul  Ibadah  (Ibadah yang Benar)

Shahihul Ibadah merupakan salah satu perintah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam yang penting. Dalam satu haditsnya, beliau bersabda:

“Shalatlah kamu sebagaimana melihat aku shalat”.

“Shalat itu merupakan tiang Agama,barangsiapa yang mendirikannya,maka ia telah mendirikan Agama,Dan barangsiapa yang meninggalkannya, berarti ia telah meruntuhkan Agama.”(H.R. Baihaqi)


Dari ungkapan ini maka dapat disimpulkan bahwa dalam melaksanakan setiap peribadatan haruslah merujuk kepada sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam yang berarti tidak boleh ada unsur penambahan atau pengurangan.


3.Matinul Khuluq (Akhlaq yang Kokoh)

Matinul khuluq merupakan sikap dan perilaku yang harus dimiliki oleh setiap muslim, baik dalam hubungannya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala maupun dengan makhluk-makhlukNya. Dengan akhlaq yang mulia, manusia akan bahagia dalam hidupnya, baik di dunia apalagi di akhirat.


Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam diutus untuk memperbaiki akhlaq dan beliau sendiri telah mencontohkan kepada kita akhlaqnya yang agung sehingga diabadikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala di dalam Al Qur’an.

Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman :

“Dan sesungguhnya kamu benar-benar memiliki akhlaq yang agung” (QS. Al-Qalam : 4 ).


4.Qawiyyul  Jismi (kekuatan Jasmani)
 
Qawiyyul jismi merupakan salah satu sisi pribadi muslim yang harus ada. Kekuatan jasmani berarti seorang muslim memiliki daya tahan tubuh sehingga dapat melaksanakan ajaran Islam secara optimal dengan fisiknya yang kuat. Shalat, shaum/puasa, zakat dan haji merupakan amalan di dalam Islam yang harus dilaksanakan dengan fisik yang sehat dan kuat. Apalagi berjihad di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan bentuk-bentuk perjuangan lainnya.

Karena itu, kesehatan jasmani harus mendapat perhatian seorang muslim dan pencegahan dari penyakit jauh lebih utama daripada pengobatan. Karena kekuatan jasmani juga termasuk hal yang penting.

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda :

“Mukmin yang kuat lebih aku cintai daripada mukmin yang lemah. (HR. Muslim)


 5.Mutsaqqafu Fikri (Intelek dalam Berfikir)

Mutsaqqaful fikri merupakan salah satu sisi pribadi muslim yang juga penting. Karena itu salah satu sifat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam adalah fatanah (cerdas). Al Qur’an juga banyak mengungkap ayat-ayat yang menyemangati manusia untuk berfikir,


Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman :

“Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: “pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya”. Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: “Yang lebih dari keperluan”. Demikianlah ALLAH menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir” (QS. Al-Baqarah : 219).

Di dalam Islam, tidak ada satupun perbuatan yang harus kita lakukan, kecuali harus dimulai dengan aktifitas berfikir. Karenanya seorang muslim harus memiliki wawasan keislaman dan keilmuan yang luas. .

Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman :

Katakanlah: “samakah orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui?”‘, sesungguhnya orang-orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran”. (QS. Az-Zumar : 9).


6.Mujahadatul  Linafsihi  (Berjuang Melawan Hawa Nafsu)

Mujahadatul linafsihi merupakan salah satu kepribadian yang harus ada pada diri seorang muslim karena setiap manusia memiliki kecenderungan pada yang baik dan yang buruk. Melaksanakan kecenderungan pada yang baik dan menghindari yang buruk amat menuntut adanya kesungguhan.


Kesungguhan itu akan ada manakala seseorang berjuang dalam melawan hawa nafsu. Hawa nafsu yang ada pada setiap diri manusia harus diupayakan tunduk pada ajaran Islam.

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda :

“Tidak beriman seseorang dari kamu sehingga ia menjadikan hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa (ajaran Islam)” (HR. Hakim)


7.Harishun  Ala Waqthi  (Pandai Menjaga Waktu)

Harishun ala waqtihi merupakan faktor penting bagi manusia. Hal ini karena waktu mendapat perhatian yang begitu besar dari ALLAH dan Rasul-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala banyak bersumpah di dalam Al Qur’an dengan menyebut nama waktu seperti wal fajri, wad dhuha, wal asri, wallaili dan seterusnya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan waktu kepada manusia dalam jumlah yang sama, yakni 24 jam sehari semalam. Dari waktu yang 24 jam itu, ada manusia yang beruntung dan tak sedikit manusia yang rugi.

Oleh karena itu setiap muslim amat dituntut untuk pandai mengelola waktunya dengan baik sehingga waktu berlalu dengan penggunaan yang efektif, tak ada yang sia-sia. Maka diantara yang disinggung oleh Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam adalah memanfaatkan momentum lima perkara sebelum datang lima perkara, yakni “

“Waktu hidup sebelum mati, sehat sebelum datang sakit, muda sebelum tua, senggang sebelum sibuk dan kaya sebelum miskin”.


8.Munazhzhamun fii  Syuunihi  (Teratur dalam Suatu Urusan)

Munazhzhaman fi syuunihi termasuk kepribadian seorang muslim yang ditekankan oleh Al Qur’an maupun sunnah. Oleh karena itu dalam hukum Islam, baik yang terkait dengan masalah ubudiyah maupun muamalah harus diselesaikan dan dilaksanakan dengan baik. Ketika suatu urusan ditangani secara bersama-sama, maka diharuskan bekerjasama dengan baik sehingga, Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadi cinta kepadanya.


Dengan kata lain, suatu urusan mesti dikerjakan secara profesional. Apapun yang dikerjakan, profesionalisme selalu diperhatikan. Bersungguh-sungguh, bersemangat, berkorban, berkelanjutan dan berbasis ilmu pengetahuan merupakan hal-hal yang mesti mendapat perhatian serius dalam menunaikan tugas-tugas.

9.Qadirun Alal Kasbi (Memiliki Kemampuan Mandiri)

Qadirun alal kasbi merupakan ciri lain yang harus ada pada diri seorang muslim. Ini merupakan sesuatu yang amat diperlukan. Mempertahankan kebenaran dan berjuang menegakkannya baru bisa dilaksanakan manakala seseorang memiliki kemandirian terutama dari segi ekonomi. Tak sedikit seseorang mengorbankan prinsip yang telah dianutnya karena tidak memiliki kemandirian dari segi ekonomi.

Karena, pribadi muslim tidaklah mesti miskin, seorang muslim boleh saja kaya bahkan memang harus kaya agar dia bisa menunaikan ibadah haji dan umrah, zakat, infaq, shadaqah dan mempersiapkan masa depan yang baik. Oleh karena itu perintah mencari nafkah amat banyak di dalam Al Qur’an maupun hadits dan hal itu memiliki keutamaan yang sangat tinggi.

Dalam kaitan menciptakan kemandirian inilah seorang muslim amat dituntut memiliki keahlian apa saja yang baik. Keahliannya itu menjadi sebab baginya mendapat rezeki dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Rezeki yang telah sediakan harus diambil dan untuk mengambilnya diperlukan skill atau keterampilan.


10.Nafi’un Lighairihi (Bermanfaat bagi Orang Lain)

Nafi’un lighairihi merupakan sebuah tuntutan kepada setiap muslim. Manfaat yang dimaksud tentu saja manfaat yang baik sehingga dimanapun dia berada, orang disekitarnya merasakan keberadaan. Jangan sampai keberadaan seorang muslim tidak menggenapkan dan ketiadaannya tidak mengganjilkan.

Ini berarti setiap muslim itu harus selalu berfikir, mempersiapkan dirinya dan berupaya semaksimal untuk bisa bermanfaat dan mengambil peran yang baik dalam masyarakatnya. Dalam kaitan ini,

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda :

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain” (HR. Qudhy dari Jabir)

Sahabat-sahabat yang di Rahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala, . Mudah-mudahan manfaat buat kita semua,yang benar haq semua datang-Nya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala,Yang kurang dan khilaf mohon sangat  dimaafkan ’’Akhirul qalam “Wa tawasau bi al-haq  Watawa saubil shabr “.Semoga  Allah Subhanahu wa Ta’ala . senantiasa menunjukkan kita pada sesuatu yang di Ridhai dan di Cintai-Nya..AAmiin Allahuma AAmiin…


.•Walhamdulillah Rabbil’alamin •.

♥♥.•*´¨`*•. ¸  •.♥♥¸.•'´)•.♥♥


❀❀ Sahabat  Ukhuwah fillah ALL ❀❀ 

Silakan di Share….Semua untuk Umat dan Syiar Islam,  Kunjungi page kami dibawah ini dan klik ''Like/Suka'' untuk Bergabung. Jazzakumullahu khayran wa Barakallahu fiikum. ❀ 


MENATA AKHLAQ  Menuju Ridha dan Cinta-NYA

WANITA SHOLEHAHMutiara  Muslimah  Sejati

INDAHNYA MERANGKAI  Silaturrahmi dan Ukhuwah

Abdul Haris Muenthazzar


SaLaM SantuN Erat  SiLatuRahmi dan UkhuWaH FillaH




¸.••. ¸.••.❀❀.••.¸