Senin, 27 Februari 2012

Akhlaq  Bertetangga Dalam Islam
*• ♥.*•.¸¸¸ ' '•.¸¸ ¸¸¸ ♥.*•.¸¸¸ ' ' ¸¸¸
♥♥˚•. (`'•.¸♥♥ ¸.•'´) .• ˚.♥♥♥♥˚•. (`'•.¸♥♥ ¸.•'´) .• ˚.♥♥
Bismillahirrahmanirrahiim..
Assallamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
.♥♥˚•. (`'•.¸♥♥ ¸.•'´) .• ˚.♥♥♥♥˚•. (`'•.¸♥♥ ¸.•'´) .• ˚.♥♥
*• ♥.*•.¸¸¸ ' '•.¸¸ ¸¸¸ ♥.*•.¸¸¸ ' ' ¸¸¸

Sahabat saudaku fillah..yang di Rahmati oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Didalam kehidupan ini, kita menyadari bahwa terwujudnya suatu masyarakat tidak dapat dipisahkan dari unsur  tetangga, sebagai saudara terdekat dari keluarga dan kerabat sendiri. Islam mengajarkan bahwa sesama Muslim adalah saudara serta dianjurkan untuk berbuat baik, dan saling tolong-menolong dalam rangka menuju kebaikan sesuai yang di ridhai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman :
 
“Sesungguhnya orang-orang Mukmin itu adalah Bersaudara,karena itu damaikanlah antara saudaramu (yang berselisih), dan Bertaqwalah kepada ALLAH agar kamu mendapat Rahmat.” (QS. Al Hujurat : 10)

Manusia tidak dapat melepaskan diri, dari dinamika kehidupan bermasyarakat dan bertetangga, interaksi yang terjadi satu sama lain didalamnya, akan mempengaruhi kenyamanan,keharmonisan dan kebahagiaan dalam kelangsungan kehidupan.

Tetangga sebagai saudara terdekat,mempunyai tempat khusus dalam Islam, dengan demikian membina hubungan harmonis dengan tetangga,merupakan hal yang harus diperhatikan, karena ketika terjadi suatu musibah atau hal-hal yang dialami suatu keluarga, maka tetanggalah yang pertama kali akan menolong, dan mengulurkan bantuannya dibandingkan, dengan saudara yang jauh dari tempat tinggalnya.  
  
Sebagai Muslim sudah selayaknya kita , senantiasa ,memperhatikan, menjaga, memelihara dan membina hubungan baik dengan tetangga, karena baik buruknya bertetangga, merupakan ukuran iman seseorang, sebagaimana yang terkandung dalam Hadits dibawah ini.  

“ Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu”Bahwa  Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda” Barangsiapa yang Beriman kepada ALLAH dan hari akhir,Hendaklah berlaku baik terhadapa Tetangganya,Barangsiapa yang Beriman kepada ALLAH dan hari akhir,Hendaklah memuliakan Tamunya,Dan Barangsiapa Beriman kepada ALLAH dan hari akhir Hendaklah berkata-kata baik atau diam” (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadits diatas mengandung makna, Bahwa  Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam”menganjurkan dan menyeru kepada kita umatnya dan seluruh manusia, untuk melakukan Akhlaq yang baik terhadap tetangganya, termasuk didalamnya memelihara hak-haknya,dan berbuat ikhsan kepadanya, dengan segala macam kebaikan sesuai kemampuan.  

Jika didalam kehidupan bermasyarakat dan bertetangga, satu dengan yang lainnya tidak saling peduli,tidak saling memperhatikan,tidak saling tegur sapa, terlebih  saling menyakiti, maka pastilah akan mengakibatkan  ketidaknyamanan,bahkan  akan bermuara pada kehancuran sendi-sendi, dalam kemaslahatan kehidupan bermasyarakat.

Dalam hal ini bila seseorang enggan berbuat baik terhadap tetangganya,dan dengan perlakuannya menyebabkan tetangganya merasa tidak aman, dari keburukan-keburukan,atau hal-hal yang menyebabkan tetangganya mendapat bencana,  yang ditimbulkan oleh orang-orang tersebut,maka tentulah ia terhalang masuk surga.  

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda :

“ Tidak dapat  masuk Surga orang yang Tetangganya, tidak merasa aman dari Gangguannya”. (HR. Muslim).

Menurut ketentuan yang disebut  tetangga, ialah keluarga yang bertempat tinggal di sekitar tempat tinggal masing-masing,yaitu antara empat atau lima puluh rumah,dari setiap arah kiri,kanan,muka dan belakang.Mengenai adab  dan berbuat baik terhadap tetangga,  Allah Subhanahu wa Ta’ala melalui Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam,memberikan bimbingan kepada kita tentang hal ini.

 Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman :

“Sembahlah ALLAH dan Janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun.Dan Berbuat Baiklah kepada kedua orang Ibu-Bapak,Karib Kerabat,Anak-anak Yatim,orang-orang Miskin,Tetangga yang dekat dan Tetangga yang jauh,Teman sejawat,Ibnu sabil dan hamba sahayamu. ALLAH tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.” (QS. An Nisa : 36 ).

Termasuk kebahagiaan seseorang, apabila tinggal dalam suatu tempat yang lingkungannya, saling menjaga keharmonisan antara  tetangga,dengan demikian ada beberapa Akhlaq yang baik  yang harus diupayakan,dalam rangka saling berbuat baik terhadap tetangga,diantaranya yaitu :

Senantiasa menolong jika tetangga minta pertolongan,membantunya jika ia meminta bantuan,menjenguknya bila ia sakit,mengucapkan selamat kepadanya jika ia bahagia,memulai mengucapkan salam kepadanya,menghiburnya jika mendapat musibah,berkata kepadanya dengan lemah lembut dan penuh kesantunan,memafkan kesalahannya,tidak menyusahkan dengan bangunan atau jalannya,tidak mengintip auratnya, tidak menyakiti dengan air yang mengenainya atau kotoran yang dibuang di depan rumahnya,dan membimbingnya kepada apa yang didalamnya, terdapat kebaikan agama dan dunianya.

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda :

“ Sebaik-baik kawan menurut  Penilaian ALLAH,adalah orang yang paling baik terhadap kawan,Dan Sebaik-baik tetangga menurut Penilaian ALLAH adalah orang yang terbaik terhadap Tetangganya.”. (HR. At Tirmidzi).

“Wahai wanita-wanita Muslimah,janganlah seseorang tetangga meremehkan pemberian tetangga yang lain,kendati hanya dengan ujung kuku kambing”(HR. Bukhari).

 “Dari Abu Dzarrin Radhiyallahu Anhu”Bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda”Wahai Abu Dzarrin! Jika engkau memasak sop,maka perbanyaklah kuahnya,Setelah itu perhatikanlah keluarga tetanggamu,lalu berilah mereka itu sebagian sop tersebut dengan cara yang baik.”(HR. Muslim).      

Sahabat-saudaraku fillah yang di Rahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala,demikian uraian sederhana,tetang akhlaq yang baik terhadap tetangga.Semoga manfaat  buat kita semua,sebagai Renungan’. Yang benar haq semua datang-Nya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala,yang kurang dan khilaf mohon sangat  dimaafkan ’’Akhirul qalam “Wa tawasau bi al-haq  Watawa saubil shabr “.Semoga  Allah Subhanahu wa ta’ala . senantiasa menunjukkan kita pada sesuatu yang di Ridhai dan di Cintai-Nya..Aamiin Allahum Aamiin.

.•Walhamdulillah Rabbil’alamin •.

(¯`v´¯) ♥♥°˜¨•
`•.¸.•´ ♥♥
¸.•´... ¸.•´¨) ¸.•*¨)** *
.•*´¨`*•. (`'•.¸ ¸.•'´) .•*´¨`*•.♥ ♥.•*´¨`*•. (`'•.¸ ¸.•'´) .•*´¨`*•.
.♥♥˚•. (`'•.¸♥♥ ¸.•'´) .• ˚.♥♥♥♥˚•. (`'•.¸♥♥ ¸.•'´) .• ˚.♥♥
¸.••. ¸.••.❀❀.•.¸

Sahabat  Ukhuwah fillah ALL  

Silakan di Share….Semua untuk Umat dan Syiar Islam, Follow Twitter dan Kunjungi FanPage kami dibawah ini dan klik ''Like/Suka'' untuk Bergabung, Jazzakumullahu khayran wa Barakallahu fiikum.

MENATA AKHLAQ  Menuju Ridha dan Cinta-NYA

WANITA SHOLEHAHMutiara  Muslimah  Sejati

INDAHNYA MERANGKAI  Silaturrahmi dan Ukhuwah



Abdul Haris Muenthazzar

Follow  Twitter   @AH_Muenthazzar
Follow  Twitter   @MenataAkhlaq

(¯`v´¯) ♥♥°˜¨•
`•.¸.•´ ♥♥
¸.•´... ¸.•´¨) ¸.•*¨)** *
.•*´¨`*•. (`'•.¸ ¸.•'´) .•*´¨`*•.♥ ♥.•*´¨`*•. (`'•.¸ ¸.•'´) .•*´¨`*•.
(⁀‵⁀) ..••.¸ .Salam Santun Erat  Silaturahmi
`
´¸.•°*”˜˜”*°•         &   Ukhuwah Fillah ALL
..¸.•°*”˜˜”*°•.
/˚ •* ˚˚ ˛* °.
/*˛˚ •˚ *
/ \ ˚.
.¸.•. ..¸.•.
°•˚◦♥◦˚•°¸.••. ¸.••.❀❀.•.¸

Kamis, 09 Februari 2012


Manusia  Terlahir  Dengan Fitrah
*• ♥.*•.¸¸¸ ' '•.¸¸ ¸¸¸ ♥.*•.¸¸¸ ' ' ¸¸¸
♥♥˚•. (`'•.¸♥♥ ¸.•'´) .• ˚.♥♥♥♥˚•. (`'•.¸♥♥ ¸.•'´) .• ˚.♥♥
Bismillahirrahmanirrahiim..
Assallamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
.♥♥˚•. (`'•.¸♥♥ ¸.•'´) .• ˚.♥♥♥♥˚•. (`'•.¸♥♥ ¸.•'´) .• ˚.♥♥
*• ♥.*•.¸¸¸ ' '•.¸¸ ¸¸¸ ♥.*•.¸¸¸ ' ' ¸¸¸

Di dalam AlQuran dan Al Hadits, persoalan fitrah memperoleh perhatian yang sangat besar,sebab kedua sumber tersebut memiliki perspektif tersendiri,tentang manusia ketika keduanya mengatakan bahwa manusia mempunyai fitrah.Pengertian fitrah itu sendiri  berasal dari perkataan Arab, yang bermaksud dan menunjukkan sifat,asal kejadian,bakat,tabiat atas pemberian atau anugerah, yang diberikan Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai ketetapan kepada manusia.

Pada hakikatnya semua manusia dengan fitrahnya ,dilahirkan dalam keadaan suci dan bersih, Murtadha Muthahhari Ulama dan Pemikir Islam dalam karyanya Al Fitrah Menyatakan “istilah fitrah (al fitrah) digunakan untuk manusia, yang merupakan bawaan alami artinya’ia merupakan sesuatu yang melekat dalam diri  manusia (bawaan), dan bukan sesuatu yang diperoleh melalui usaha (Mukhtasabah) sejak lahir.
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda :

“ Tidaklah seorang itu dilahirkan Melainkan ia telah berada diatas Fitrah, Maka Ayah dan Ibunya yang menjadikan ia Yahudi ataupun Nasrani ataupun Majusi. (HR. Bukhari).

Allah Subhanahu wa Ta’ala memulai ciptaan-Nya dengan Kekuasaan-Nya dengan sebaik-baiknya,dan membuatnya berdasarkan kehendak-Nya dengan sebaik-baiknya.Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala menjalankan mereka pada jalan Iradah-Nya,artinya Allah Subhanahu wa Ta’ala menjalankan dan menempatkan mereka dijalan untuk mereka lalui. Dan menurunkan mereka ke dunia untuk menempuh Mahabah-Nya, baik secara sadar atau tidak, mereka menempuh Mahabah Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman :


“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada Agama (Islam), sesuai Fitrah ALLAH. (Tetaplah atas) Fitrah ALLAH yang menjadikan (menciptakan) manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan ALLAH (itulah) Agama yang lurus,tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui” (QS. Ar Rum : 30)

Makna ayat diatas mengandung arti, keadaan dengan fitrah itu manusia diciptakan Allah Subhanahu wa Ta’ala, dengan keadaan tertentu yang didalamnya terdapat kekhususan-kekhususan, yang ditempatkan-Nya dalam  diri manusia saat ia diciptakan,dan  keadaan itulah yang menjadi fitrahnya.Dan manusia diciptakan Allah Subhanahu wa Ta’ala,membawa  fitrah dalam kejadian beragama yang benar  (hanif atau tauhid). Kalau ada manusia tidak beragama tauhid, maka hal itu tidaklah wajar.

Allah Subhanahu wa Ta’ala,adalah Al Mukhtari “(Yang menciptakan tanpa contoh)”, Sedangkan manusia adalah Al Taqlid “(Membuat sesuatu dengan mengikuti contoh)”.Manusia hanyalah mengikuti, bahkan disaat membuat sesuatu yang baru sekalipun,sebab mengandung unsur-unsur yang sudah ada sebelumnya,dan mengambil contoh dari alam dan merancangnya sesuai dengan pola-pola yang ada di alam semesta.

Murtadha Muthahhari lebih tegas menyatakan bahwa, di  dalam Al Ma’arif Al Islamiyah, Nahj Al Balaqhah,dan kitab-kitab lain disebutkan secara jelas , bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala, tidak pernah mencotoh dalam penciptaan yang dilakukan-Nya,semua Ciptaan-Nya tidak didahului oleh contoh sebelumnya, karena itu, fitrah yang dengan itu Allah Subhanahu wa Ta’ala, menciptakan manusia suatu karya yang tidak memiliki contoh dan tidak meniru karya sebelumnya.

Sesungguhnya ayat-ayat Al Quran menerangkan, bahwa manusia mempunyai fitrah, yakni fitrah keagamaan, dan agamanya adalah Islam, Semenjak Nabi Adam Alaihi Salam hingga Nabi penutup Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam.Sementara itu ajaran-ajaran Nabi-Nabi pun dibangun diatas landasan menghidupkan dan memupuk kesadaran fitrah, dan apa yang disodorkan oleh para Nabi tersebut adalah fitrah kemanusiaan itu pula.

Al Quran menegaskan bahwa, ajaran yang disampaikan Nabi Nuh Alaihi Salam, adalah Agama,namanya adalah tauhid (Islam),ajaran yang dibawah Nabi Ibrahim Alaihi Salam adalah tauhid (Islam),dan ajaran yang yang disampaikan oleh Nabi Musa,Nabi Isa,dan seluruh Nabi adalah Agama, dan semua adalah Tauhid (Islam).

Dengan mengetahui hakikat fitrah manusia, dan menyadari bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Pencipta paling baik dan Maha Sempurna,maka akan mengantarkan kita mengenal diri sendiri, karena Kunci pengenalan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, adalah ketika kita mengenal diri sendiri. Imam Abu Hamid Al Ghazali mengatakan’bahwa setiap insan wajib mengenal Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang merupakan fitrah manusia dalam usaha, mengenali dirinya untuk menjadi Insan yang Bertaqwa. 

Pada dasarnya manusia diciptakan, sebagai makhluk pencari kebenaran.Hamba Allah Subhanahu wa Ta’ala,yang telah mencapai tingkatan Al Aarif Billah, yaitu ketika insan sudah mencapai tingkatan mengenal Allah Subhanahu wa Ta’ala , dan mengabdi dengan ikhlas,apa yang dilakukan semata-mata karena Kecitaan dan Keridhaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Sebagaimana kita maklumi bersama, dalam diri manusia tersusun bantuk lahir/Jasmani (Jasad),dan dalam bentuk rohani/bathin (qalbu atau jiwa). Untuk lebih dekat kita memulai merenungi,dengan kejadian manusia itu sendiri, ketika dari nutfah (sari pati tanah), kemudian disimpan ditempat yang kokoh (rahim). 

Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman :


“Dan sungguh,KAMI (ALLAH) telah Menciptakan manusia dari sari pati (berasal) dari tanah.Kemudian KAMI  Menjadikan sari pati (nutfah), yang disimpan dalam tempat yang kokoh (rahim)… ” (QS. Mu’minun : 12 & 13) )

“Kemudian (nutfah) itu KAMI Jadikan sesuatu yang melekat,lalu sesuatu yang melekat itu KAMI Jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu KAMI Jadikan tulang belulang,lalu tulang belulang itu KAMI bungkus daging.Kemudian KAMI menjadikannya mahluk yang (Berbentuk) lain. Maha Suci ALLAH Pencipta paling Baik..” (QS. Al Mu’minun : 14).

“Dan (ingatlah) ketika Rabbmu mengeluarkan dari Sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka, dan ALLAH mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya Berfirman), Bukankah AKU  ini Rabb kalian? “mereka menjawab, “Benar (Engkau Rabb kami), kami menjadi saksi .” ( Hal ini Kami lakukan) agar di Hari Kiamat kalian  tidak mengatakan, “ Sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini.”(QS. Al A’raf :172)

Ayat diatas cukup jelas menerangkan  bahwa, proses awal diciptakan manusia,oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala,mulai dari nutfah kemudian berbentuk, dan kemudian di lanjutkan dengan (QS Al A’raf :127), ayat ini  menjelaskan setelah manusia terbentuk dan diberi roh , sebelum lahir  ke muka bumi ini pernah dimintai kesaksiannya,  mereka Menyaksikan dan  Mengenal Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan baik, kemudian hal itu mereka bawa terus hingga lahir ke dunia, dan sampai akhirnya kelak di hari kiamat. 

Sahabat-saudaraku fillah yang di Rahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala,demikian semoga manfaat  buat kita semua,’ Yang benar haq semua datang-Nya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala,yang kurang dan khilaf mohon sangat  dimaafkan ’’Akhirul qalam “Wa tawasau bi al-haq  Watawa saubil shabr “.Semoga  Allah Subhanahu wa ta’ala . senantiasa menunjukkan kita pada sesuatu yang di Ridhai dan di Cintai-Nya..Aamiin Allahum Aamiin.


.••Walhamdulillah Rabbil’alamin •.

(¯`v´¯) ♥♥°˜¨•
`•.¸.•´ ♥♥
¸.•´... ¸.•´¨) ¸.•*¨)** *
.•*´¨`*•. (`'•.¸ ¸.•'´) .•*´¨`*•.♥ ♥.•*´¨`*•. (`'•.¸ ¸.•'´) .•*´¨`*•.
.♥♥˚•. (`'•.¸♥♥ ¸.•'´) .• ˚.♥♥♥♥˚•. (`'•.¸♥♥ ¸.•'´) .• ˚.♥♥

¸.••. ¸.••.❀❀.•.¸


Sahabat  Ukhuwah fillah ALL  

Silakan di Share….Semua untuk Umat dan Syiar Islam,  Kunjungi page kami dibawah ini dan klik ''Like/Suka'' untuk Bergabung, Jazzakumullahu khayran wa Barakallahu fiikum.

MENATA AKHLAQ  Menuju Ridha dan Cinta-NYA

WANITA SHOLEHAHMutiara  Muslimah  Sejati

INDAHNYA MERANGKAI  Silaturrahmi dan Ukhuwah



Abdul Haris Muenthazzar

Follow  Twitter   @AH_Muenthazzar
Follow  Twitter   @MenataAkhlaq

(¯`v´¯) ♥♥°˜¨•
`•.¸.•´ ♥♥
¸.•´... ¸.•´¨) ¸.•*¨)** *
.•*´¨`*•. (`'•.¸ ¸.•'´) .•*´¨`*•.♥ ♥.•*´¨`*•. (`'•.¸ ¸.•'´) .•*´¨`*•.
(⁀‵⁀) ..••.¸ .Salam Santun Erat  Silaturahmi
`
´¸.•°*”˜˜”*°•         &   Ukhuwah Fillah ALL
..¸.•°*”˜˜”*°•.
/˚ •* ˚˚ ˛* °.
/*˛˚ •˚ *
/ \ ˚.
.¸.•. ..¸.•.
°•˚◦♥◦˚•°¸.••. ¸.••.❀❀.•.¸