Rabu, 07 Desember 2011



✿Menjemput  Rezeki Yang Halal✿


❀❀.•❤• ﷲ¸¸.•*•♥♥•*¨.•❤•.✿❀❀.•❤• ﷲ¸¸.•*•♥♥
                                                  

Bismillahirrahmanirrahiim..


Assallamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh



✿.❀¸.•❤•.❀ •.❀❀.❀.•❤•✿ ✿¸.•❤.


Sesungguhnya ajaran Islam tidak melarang kita hidup dengan harta berlimpah. Bahkan diperintahkan untuk berusaha dan bekerja keras, berlomba-lomba menjemput rezeki yang halal. Hanya saja dalam mengusahakan dan memanfaatkan harta, dalam rangka mencari keridhaan Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan berada dalam rambu-rambu koridor nilai-nilai kebenaran.

Kita yakini bersama bahwa Islam adalah agama yang sempurna ajarannya universal (menyeluruh). Mengatur seluruh aspek kehidupan manusia, baik aqidah,akhlaq, maupun muamalah,yaitu segala aktifitas dalam kegiatan ekonomi dimasyarakat luas, dengan demikian sebagai  muslim yang bertaqwa  kepada Allah Subhanahu  wa Ta’ala , harus berupaya  menjadikan muamalahnya sebagai amal shaleh.
   
Sumber rezeki sangatlah luas, dari bentangan bumi, di setiap jengkal hamparan bumi dan laut adalah tempat mengais rezeki,karena itu Islam tidak  pernah melarang umatnya untuk berikhtiar mengais rezeki dunia. Karena dengan harta yang dimiliki akan leluasa beramal ibadah sesuai dengan diperintahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman  :

"Apabila telah ditunaikan Shalat, maka Bertebaranlah kalian di muka bumi, dan carilah karunia ALLAH  sebanyak-banyaknya dan ingatlah ALLAH banyak-banyak agar kamu beruntung." (Q.S Al-Jum'ah : 10).

Bekerja adalah  Ibadah ghairu mahdhah, yaitu ibadah yang di samping sebagai hubungan hamba dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala, juga merupakan hubungan atau interaksi antara hamba dengan makhluk lainnya .

Kedudukan seorang suami sebagai kepala dan pemimpin keluarga, bekerja demi kemaslahatan,ketenangan,kemajuan dan menafkahi keluarganya,adalah mendapat kedudukan yang mulia.

“Diriwayatkan dari Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu’Bahwa ketika baru pulang dari perang tabuk’Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam’ditemui Sa’ad bin Mua’adz Al Anshari dan dia berjabat tangan dengan Rasulullah, Rasulullah melihat tangan Sa'ad bin Mua’adz yang kulitnya  kehitam-hitaman dan melepuh seperti terpanggang, Kemudian Rasulullah bertanya’..apa yang terjadi dengan Tanganmu?’Sa’ad menjawab?’Wahai Rasulullah ,’aku menggunakan seuatas tali dan mengolah tanah dengan cangkul, untuk menafkahi keluargaku dengan halal‘Sehingga tanganku tebal dan kasar’’Rasulullah pun mencium tangan Sa’ad bin Mua’adz Al Anshari (sebagai penghormatan)’Seraya berkata ‘Tangan ini tidak pernah disentuh api neraka”.

Makna yang terkandung  di atas mengindikasikan, bahwa Rasulullah Shallalla hu Alaihi wa Sallam, menganjurkan kita  umatnya, bahwa bekerja keras dengan tangan sendiri  , merupakan tangan yang dicintai oleh Allah Subhanahu wa Tala’ala,  yang akan membawanya menuju surga.

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam Bersabda :

“Tidaklah seseorang memakan sebuah makanan lebih baik dari makanan yang ia peroleh dengan tanganya sendiri.Dahulu Nabi Daud Alaihi Salam makan dari hasil kerja tanganya sendiri.” (HR.  Bukhari).

 “Dari Abu Abdullah Az Zubair bin Al Awwam Radhiyallahu Anhu., Ia Berkata : Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda :” Sungguh sekiranya  salah seorang di antara kalian mengambil beberapa utas tali, kemudian pergi ke gunung dan kembali dengan memikul seikat kayu bakar dan menjualnya, kemudian dengan hasil itu ALLAH mencukupkan kebutuhan hidupmu, itu lebih baik daripada meminta-minta kepada sesama manusia, baik mereka memberi ataupun tidak.” (HR. Bukhari)

Sebagaimana kita maklumi bersama bahwa, dunia adalah tempat kita bercocok tanam, sedang akhirat, tempat kita menuai hasil. Islam telah menuntun kita umatnya agar   tidak memisahkan antara amal dunia dan amal akhirat.Sebab amal dunia dengan sendirinya akan mejadi amal ibadah, dan akan menuai ganjaran pahala untuk akhirat,asalkan bila diberengi niat ikhlas mengharap keridhaan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Manusia terlahir  di dunia telah, dilengkapi akal dan pikiran oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, bekal untuk melakukan segala tindakan, yang dikendalikan oleh akal, dengan kemampuan berpikirnya mencapai tujuan mulia. Dengan potensi akal pikiran inilah manusia ,mampu mewujudkan keahlian dan karyanya   yang menjadi jalan untuk menjemput rezekinya masing-masing.

Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman  :

“Dan setiap umat mempunyai kiblat (sendiri) yang ia menghadap  kepadanya, maka berlomba-lombalah  dalam berbuat  Kebaikan.”(QS. Al Baqarah : 148).

Pada hakikatnya rezeki sudah ditentunkan, oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada setiap manusia, dan semua mahluk yang ada di alam semesta, dan tidak perlu ada kekhawatiran  akan tertukar rezekinya dengan orang lain.Karena semua sudah diatur oleh-Nya.

Untuk menggapainyapun tentulah dengan menjemputnya disertai Doa,ikhtiar dan tawakal, karena rezeki tidak datang sendirinya ,tentunya dengan usaha maksimal memperolehnya juga dengan cara halal,halal dalam arti ketika menyongsongnya tidak menyimpang dari aturan Islam,tidak berlaku curang, apalagi merampas hak orang lain.

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam Bersabda :

 “Mencari Rezeki yang Halal itu wajib sesudah menunaikan yang  fardhu (seperti shalat, shaum/puasa dan sebagainya).” (HR. Ath Thabrani dan Al-Baihaqi)

Rezeki yang halal yang diusahakan melalui cara yang halal, tentunya akan  menghadirkan ketenangan dan ketentraman dalam jiwa. Hidup akan lebih terarah dan menjadikan pintu-pintu keberkahan terbuka semakin lebar. Karena dengan keberkahan rezeki yang halal, akan terus berkembang dan menjadikan manfaat dalam kebaikan.

Perlu diketahui bahwa rezeki tidak hanya dalam bentuk materi, rezeki bisa berupa nikmat sehat,diberi  keturunan sholeh dan sholehah,dan lain sebagainya.Demikian halnya ketika seseorang memiliki rezeki harta yang sedikit, haruslah  mesyukuri atas nikmat Allah Subhanu wa Ta’ala’dan diterimanya dengan penuh qanaah, dan dipergunakan dalam kebaikan maka rezeki itu akan berlipat ganda.

Walaupun rezeki berupa harta yang dimiliki adalah halal,namun Allah Subhanahu wa Ta’ala melarang kita memboroskan harta, dan menganjurkan memberikan harta kepada yang berhak menerimanya, dan meyedekahkan  sebagian kepada saudara-saudara kita yang kurang beruntung,kaum dhuafa dan fakir miskin,dan hendaklah kita  mebelanjakan  harta,untuk melakukan kebaikan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman  :


“Dan Berikanlah haknya kepada keluarga-keluarga  dekat, juga kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan. Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. “Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara-saudara syaithan…....”(QS. Al Isra : 26-27).

“Hai sekalian manusia, Makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaithan, karena sesungguhnya syaithan itu adalah musuh yang nyata bagimu.”(QS. Al Baqarah : 168)

Demikian sekelumit sketsa sederhana mengenai menjemput rezeki yang halal, dan memperolehnya dengan cara halal,karena bekerja adalah merupakan Ibadah,dan menempati posisi yang mulia dalam ajaran Islam, dengan demikian rezeki tidak datang sendirinya,perlu diusahakan maksimal,melalui doa,ikhtiar dan tawakkal untuk menyongsongnya.

Sahabat-sahabat yang di Rahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala, . Mudah-mudahan manfaat buat kita semua,yang benar haq semua datang-Nya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala,Yang kurang dan khilaf mohon sangat  dimaafkan ’’Akhirul qalam “Wa tawasau bi al-haq  Watawa saubil shabr “.Semoga  Allah Subhanahu wa Ta’ala . senantiasa menunjukkan kita pada sesuatu yang di Ridhai dan di Cintai-Nya
❀.•❤•Walhamdulillah Rabbil’alamin •❤•.❀


❀❀Ukhti,,Akhi.. Sahabat  Ukhuwah fillah ALL ❀❀.  Silakan di Share….Semua untuk Umat dan Syiar Islam, Kunjungi page kami dibawah ini dan klik ''Like/Suka'' untuk Bergabung. ❀ Jazzakumullahu khayran wa Barakallahu fiikum. ❀









✿Abdul  Haris  Muenthazzar ✿






❀SaLaM SantuN  Erat  SiLatuRahmi dan UkhuWaH FillaH✿

✿¸.•❤•.❀ ✿¸.•❤•❤•.❀❀.•❤•.¸✿




❀✿ Jadilah  Mukmin  Yang  Kuat  ✿❀



❀❀.•❤• ﷲ¸¸.•*•♥♥•*¨.•❤•.✿❀❀.•❤• ﷲ¸¸.•*•♥♥




Bismillahirrahmanirrahiim..


Assallamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
                                   
             

✿.❀¸.•❤•.❀ •.❀❀.❀.•❤•✿ ✿¸.•❤.

Sebagaimana kita maklumi bersama bahwa, kebaikan dunia meliputi seluruh kebaikan yang ada didalamnya,termasuk ketaatan,rezeki,kesehatan, shalat,ibadah, dijauhkan dari kesengsaraan dan celaka dunia.Kebaikan akhirat meliputi segala kebaikan yang ada didalamnya, termasuk Surga, naungan  di hari akhirat dan perlindungan siksaan dari api neraka oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.


Islam menganjurkan dan  mengajarkan kita umatnya,bahwa mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, ketimbang mukmin yang lemah. Kuat bisa diartikan secara luas dan bermacam-macam, kuat iman,kuat ibadah,kuat menahan amarah,kuat sabar,kuat ekonomi,kuat jasmani,dan lain-lain.  

Kuat secara sendiri-sendiri maupun kuat secara bersama-sama.Kekuatan yang ada dalam diri pada seorang mukmin semua diperuntukkan untuk semata-mata beribadah dan untuk kepentingan kebaikan dunia dan kebaikan negeri akhirat. 


Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda  :

“Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu’Berkata bahwa’ Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda  :”Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih di cintai ALLAH, dari pada mukmin yang lemah,dan pada masing-masing mempunyai kebaikan. Jagalah apa yang bisa memberimu manfaat, dan janganlah lemah. Jika sesuatu menimpamu janganlah mengatakan”Seandainya aku berbuat demikian pasti demikian,” Tapi katakanlah’ ALLAH telah mentaqdirkan-Nya apa yang dikehendaki-Nya akan tejadi,Karena sesungguhnya kata-kata “Seandainya” adalah membuka celah untuk pekerjaan syaithan.” (HR. Muslim).     


Hadist shahih diatas sangat jelas diterangkan bahwa setiap orang mukmin yang kuat itu lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.Demikian juga ketika seorang mukmin didera musibah dan cobaan dari segala hal, tidaklah mengatakan seadainya berbuat begini  maka harus  demikian,tapi justru mengatakan bahwa seorang mukmin belum mencapai hakikat iman, sebelum ia meyakini bahwa apa yang menimpanya sudah tertulis dan sudah ditaqdirkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan apa yang bukan taqdir-Nya tak akan menimpanya. 

Keyakinan dan keteguhan tersebut akan melahirkan dan menjadikan hidup tenang,ridha penuh ikhlas menerima kenyataan hidup,dan senantiasa berharap dan memohon pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Hadist Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, diatas mejadi pedoman dan dorongan buat kita kaum muslimin, untuk senantiasa optimis dalam bekerja, serta tabah dalam mengahadapi segala kemungkinan yang terjadi dalam perjalanan kehidupan. Hadits ini mengandung tiga macam dorongan dan optimisme dan dua macam larangan yaitu :


a.Pertama memaknai iman sebagai pusat kebahagiaan,  di dunia dan di akhirat manakalah diikuti dengan amal shaleh.Tdak bisa dipungkiri bahwa tingkat  keimanan ini pada setiap muslim berbeda-beda, ada yang kuat dan terkadang ada yang turun naik dan lemah.

Muslim yang kuat imannya sangat terdorong, dan selalu  bersemangat  mengerjakan amal shaleh sebanyak-banyaknya.Tidak ada rasa takut terhadap berbagai rintangan,dalam mengajak kebaikan, sabar dalam melaksanakan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala,serta taat menjauhi larangan-Nya.

Namun muslim yang lemah imannya selalu cendrung lalai dan lengah beramal shaleh.Apa yang dikerjakan oleh masing-masingnya semua mengandung kebaikan, namun muslim yang kuat imannya  selalu menyuburkan imannya dengan amal shaleh sehingga  Allah Subhanahu wa Ta’ala sangat mencintai-Nya.

b.Makna kedua memberi dorongan kepada kita, bahwa setiap muslim jangan sampai melalaikan dan mengosongkan waktu,sehingga  waktu itu berjalan tanpa meninggalkan bekas kecuali ketuaan belaka. Namun Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam’Menganjurkan kita  mengisi waktu dengan kegiatan, yang membawa manfaat  baik bermanfaat didunia terlebih membawa manfaat di akhirat kelak. Memanfaatkan  waktu  bisa diisi dengan kegiatan mencari ilmu,harta yang halal,menyantuni anak yatim piatu,tadarus Al Quran dll.

c. Makna ketiga memberi dorongan kepada kita, bahwa dalam menghadapi segala usaha  dan rencana hendaklah memohon pertolongan hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, karena yang menentukan dan memutuskan segala sesuatu itu,semua atas kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala :   


Allah Subhanahu wa Ta’ala  Berfirman :

“Dan Rabb-Mu Berfirman” Berdoalah  kepada-KU,Niscaya  AKU perkenankan doamu itu”(Q.S. Al Mukmin : 60). 


 Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda  :

“Apabila kamu minta pertolongan, Maka mintalah pertolongan kepada ALLAH. Dan ketahuilah seadainya suatu ummat berkumpul untuk mencari manfaat bagimu, niscaya mereka tidak dapat memberi manfaat kecuali yang dicatat oleh ALLAH untukmu, dan seadainya suatu ummat berkumpul untuk menimpakan suatu madlarat bagimu, nisaya mereka tidak akan dapat menimpakan suatu madlarat kepadamu kecuali apa yang telah ALLAH catat atasmu.”.(HR. At Tirmidzi)

d. Makna keempat, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam,’Melarang kita lemah dalam, mencapai cita-cita, namun hendaknya kita selalu optimis dalam usaha kita. Penuh iman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, agar  apa yang dicita-citakan tercapai,tentunya disertai ikhtiar dan tidak berdiam diri tanpa melakukan aktfitas.

e. Makna yang kelima kandungan Hadist shahih diatas, apabila kita ditimpa suatu hal yang tidak menyenangkan dan tidak berkenan dalam diri kita.   Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam’Melarang kita untuk mengucapkan kata (seadainya atau mengandai), karena kata-kata semacam ini akan  memberi peluang dan membuka pintu pekerjaan syaithan.

Terlebih kata-kata ini seolah-olah kita dapat menghidarkan diri dari ketentuan dan taqdir dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.   Justru kita mengatakan dengan penuh iman yang kuat bahwa apa yang menimpa sesungguhnya  sudah tertulis dan sudah ditaqdirkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan apa yang bukan taqdir-Nya tak akan menimpanya.Meyakini bahwa rentetan kejadian bencana atau musibah telah  digariskan dan tersusun dalam rencana Allah Subhanahu wa Ta’ala.


Allah Subhanahu wa Ta’ala,Berfirman :

“Tiada suatu Musibah pun yang menimpa di bumi dan tidak pula pada dirimu sendiri, melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami (ALLAH) menciptakannya.Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi ALLAH”.(Q.S. Al Hadid : 2) 

Untuk mengahadapi sesuatu yang akan datang, tentunya kita persiapkan sepenuhnya, dan hendaklah mengambil Ibrah (pelajaran) dari apa yang kita alami pada waktu yang telah dilalui, jangan sampai kita terperosok dua kali dalam satu lobang masalah yang sama.   


  


Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam,Bersabda :


“Seorang muslim yang ditimpa oleh keresahan dan kesusahan,oleh keletihan dan kesakitan,oleh kesedihan dan gangguan, sekalipun gangguan itu hanya berupa duri yang mengenainya,maka ALLAH menghapuskan dengannya kesalahan-kesalahannya”.(H.R. Bukhari).

Dari keseluruhan uraian diatas, menganjurkan kita agar setiap muslim senantiasa meningkatkan keimanan setiap saat ,tidak berhenti berusaha, selalu iktiar maksimal dalam amar maruf nahi mungkar,sabar dalam segala hal, setiap harapan dan cita-cita semua disandarkan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.   

Sahabat-sahabat yang di Rahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala, . Mudah-mudahan manfaat buat kita semua,yang benar haq semua datang-Nya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala,Yang kurang dan khilaf mohon sangat  dimaafkan ’’Akhirul qalam “Wa tawasau bi al-haq  Watawa saubil shabr “.Semoga  Allah Subhanahu wa Ta’ala . senantiasa menunjukkan kita pada sesuatu yang di Ridhai dan di Cintai-Nya

❀.•❤•Walhamdulillah Rabbil’alamin •❤•.❀



❀Ukhti,,Akhi.. Sahabat  Ukhuwah fillah ALL ❀Kunjungi page kami dibawah ini dan klik ''Like/Suka'' untuk Bergabung. ❀










✿Abdul  Haris  Muenthazzar ✿




✿¸.•❤•.❀ ✿¸.•❤•❤•.❀❀.•❤•.¸✿


(⁀‵⁀) ..•❤•.¸✿ ✿.Salam Santun Erat  Silaturahmi ❀
`⋎´✫¸.•°*”˜˜”*°•            & Ukhuwah Fillah ALL ♥❀
..✫¸.•°*”˜˜”*°•. ♥
☻/ღ˚ •。* ˚✰˚ ˛★* 。 °♥✿.❀
/▌*˛˚ღ •˚ ✰* ★
/ \ ˚. .❀¸.•❤•.❀ ..•❤•.¸✿ ✿¸.•❤.


✿¸.•❤•.❀ ✿¸.•❤•❤•.❀❀.•❤•.¸✿


♥❀Setiap Wanita Berpeluang Jadi Bidadari❀♥





*• ♥.*• ❀ '❀ *•.¸¸¸❀♥ ❀ *•.¸¸¸ ❀♥ 


Bismillahirrahmanirrahiim..


Assallamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh.



*• ♥.*•.¸¸❀ '❀ *•.¸¸ ¸❀♥ ❀ *•.¸¸¸ ❀♥

Sebagaimana kita maklumi bersama bahwa walaupun  wanita tidak ada yang diangkat Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadi Nabi, namun kedudukan wanita sangat tinggi disisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Islam memandang tinggi kedudukan wanita sholehah sebagai manusia yang memiliki kemuliaan sebagai perhiasan dunia yang paling indah.

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda :

“Dunia ini penuh perhiasan dan perhiasan yang paling indah ialah wanita yang Sholehah.”  (H.R Muslim)

Bidadari adalah gambaran wanita sholehah, setiap wanita tentunya mendambakan meraih kriteria sebagai wanita sholehah,wanita sholehah pada hakekatnya adalah muslimah sejati yang  senantiasa meyakini Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagi Rabb-Nya dan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam sebagai Nabinya,dan Islam sebagai agamanya. Selalu taat dan menempatkan keutamaan cintanya yang paling tinggi kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala dan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam.

 

Demikian juga wanita sholehah selalu mengakui bahwa keridhaan Allah Subhanahu wa Ta’ala bergantung kepada keridhaan suaminya, oleh karena itu ia senantiasa berusaha memaksimalkan taat dan memenuhi hak-hak suaminya, taat yang dimaksud adalah taat yang diselaraskan dengan ketaatanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, ketika ia berhadapan dengan perintah maka ia segera melaksanakan dengan penuh hati dan keikhlasan.Dan ketika berhadapan dengan larangan Allah Subhananu wa Ta’ala, maka ia  pun segera meninggalakanya segala larangan tersebut.

Wanita-wanita surga sering disebut dengan bidadari. Dan terbagi menjadi dua yaitu bidadari yang Allah Subhanahu wa Ta’ala  ciptakan langsung sebagai bidadari dan sudah ditempatkan di dalam surga dan wanita-wanita sholehah mukmin yang ada di bumi yang kelak  masuk surga menjadi bidadari. Setiap wanita yang ada di muka bumi berpeluang menjadi bidadari baik di dunia terutama di negeri akhirat kelak.


Allah Subhanhu wa Ta’ala   Berfirman :

 
“ Dan Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam Surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai sedang mereka kekal di dalamnya dan itulah kemenangan yang besar.” (QS. An Nisa : 13)


Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah mengatakan bahwa ‘ bidadari-bidadari surga itu adalah wanita suci yang menyenangkan dipandang mata, menyejukkan dilihat dan menentramkan hati setiap pemiliknya. Rupanya cantik jelita, kulitnya mulus. Ia memiliki akhlaq yang paling mulia, perawan, kaya akan cinta, dan umurnya sebaya. Pada dasarnya setiap insan mendambakan kenikmatan yang paling tinggi dan abadi dan kekal, kenikmatan itu adalah Surga.Di dalam  Al Quran banyak ayat-ayat menggambarkan kenikmatan-kenikmatan surga.

Allah Subhanhu wa Ta’ala   Berfirman :


“Dan orang-orang yang paling dahulu beriman, merekalah yang paling dulu (masuk Surga). Mereka itulah orang yang didekatkan (kepada Allah). Berada dalam Surga kenikmatan. Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian. Mereka berada di atas dipan yang bertahtakan emas dan permata seraya bertelekan di atasnya berhadap-hadapan. Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda dengan membawa gelas, cerek, dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir, mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih dan daging burung dari apa yang mereka inginkan." (QS. Al Waqiah : 10-21)

Di samping mendapatkan kenikmatan-kenikmatan tersebut, orang-orang yang beriman kepada Allah Subhanahu  wa Ta’ala kelak akan mendapatkan pendamping (istri) dari bidadari-bidadari surga nan rupawan yang banyak dikisahkan dalam ayat-ayat Al Qur’an yang mulia diantaranya :

Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman :

"Dan (di dalam Surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli laksana mutiara yang tersimpan baik."(QS. Al Waqiah : 22-23).

"Dan di dalam Surga-Surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan, menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni Surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin."(QS. Ar Rahman : 56)

 "Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan penuh cinta lagi sebaya umurnya." (QS. Al Waqiah : 35-37)

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menggambarkan keutamaan-keutamaan wanita penduduk Surga, Beliau Bersabda  :

"Seandainya salah seorang wanita penduduk Surga menengok penduduk bumi niscaya dia akan menyinari antara keduanya (penduduk Surga dan penduduk bumi) dan akan memenuhinya bau wangi-wangian. Dan setengah dari kerudung wanita Surga yang ada di kepalanya itu lebih baik daripada dunia dan isinya."(HR. Bukhari dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu).
Seiring dengan datangnya Islam ke bumi sebagai rahmatan lil’alamiin, turun juga bidadari-bidadari, dia berwujud manusia yang berhati lembut, menyenangkan dan menyejukkan bila dipandang mata serta menentramkan hati setiap pemiliknya.Dialah wanita sholehah yang menjaga kesucian dirinya. Allah  Subhanahu wa Ta’ala ‘telah menetapkan beberapa wanita mulia sebagai penghuni surga dan penghulu (pemimpin) para bidadari, mereka adalah:

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda :


“Ada empat wanita mulia yang juga penghulu segala wanita di dunia; mereka itu ialah Asiyah binti Muzahim, isteri Firaun; Maryam binti Imran, Ibunda Isa; Khadijah binti Khuwailid, Isteri Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan Fatimah binti Muhammad, puteri kesayangan Rasulullah  .”  (HR. Bukhari)

 1.Asiyah binti Muzahih (Istri Raja Firaun)

Asiyah binti Muzahim adalah simbol teladan bagi wanita beriman yang tetap mempertahankan keimanannya dan aqidahnya kepada Allah, meskipun hidup bersama suaminya, Firaun yang tidak beriman kepada Allah. Subhanahu wa Ta’ala,tapi ia tidak tergiur denga harta, kekuasaan dan kegemerlapan dunia. Istiqamah memegang keyakinannya walaupun firaun tak henti menyiksanya dan selalu memanjatkan Doa :

Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman :

"Ya Rabb-Ku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga, dan selamatkanlah aku dari Firaun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang zhalim.” (QS  At Tahriim : 11)

2. Maryam binti Imran (Ibunda Nabi Isa Alaihi Salam)

Maryam binti Imran adalah simbol wanita dalam ibadahnya dan ketinggian derajat ketakwaannya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala ,serta mampu memelihara kesucian diri dan kehormatannya ketika mengabdikan dirinya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Hidupnya dijalani dengan penghambaan yang utuh kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ia tak pernah menyesali sesuatu yang tidak pernah dimiliki dan menerima dengan lapang hati taqdir Illahi.

3. Khadijah binti Khuwailid  (Isteri Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam)

Khadijah binti Khuwailid adalah simbol  kepada isteri yang setia tanpa mengenal lelah mendampingi suaminya menegakkan panji-panji kebenaran Islam, berkorban jiwa raga dan segala harta bendanya serta rela menanggung berbagai resiko dan cobaan dalam menyebarkan risalah Islam yang diamanahkan pada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam.

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda :

“Ia Beriman padaku ketika semua manusia ingkar. Ia membenarkanku ketika seluruh manusia mendustakan. Ia membantuku dengan hartanya ketika semua manusia menahan harta mereka.” (HR. Ahmad).

4. Fatimah binti Muhammad (Putri Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam)

Fatimah adalah simbol  wanita yang sholehah,anak yang selalu taat di hadapan Ayahandanya, isteri yang setia dan taat di hadapan suaminya serta ibu yang bijaksana di hadapan putera puterinya. Dialah pemuka segala wanita dan juga seorang wanita mithali  yang setiap detik kehidupan yang dilaluinya.

Dari uaraian diatas dan kisah-kisah   para sahabiyah dan umahaatul mu’minin adalah merupakan  tauladan yang bisa dijadikan It’bar dan renungan bagi muslimah. Dengan demikian siapapun wanita yang ada di muka bumi ini,berpeluang jadi bidadari surga,bahkan istri-istri mukminin didunia  akan tetap menjadi pendamping suaminya kelak di surga dan akan memperoleh kenikmatan yang sama yang diperoleh dengan ahli surga lainnya, tentunya  yang  senantiasa meyakini Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagi Rabb-Nya dan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam sebagai Nabinya,dan Islam sebagai agamanya. Selalu taat dan menempatkan keutamaan cintanya yang paling tinggi kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala dan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Dan selalu mengakui bahwa keridhaan Allah Subhanahu wa Ta’ala bergantung kepada keridhaan suaminya


Sahabat-sahabat yang di Rahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala,demikian semoga manfaat  buat kita semua, Yang benar haq semua datang-Nya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala,yang kurang dan khilaf mohon sangat  dimaafkan ’’Akhirul qalam “Wa tawasau bi al-haq  Watawa saubil shabr “.Semoga  Allah Subhanahu wa ta’ala . senantiasa menunjukkan kita pada sesuatu yang di Ridhai dan di Cintai-NYA....

❀.•❤•Walhamdulillah Rabbil’alamin •❤•.❀

❀❀Ukhti,,Akhi.. Sahabat  Ukhuwah fillah ALL ❀❀. 

Silakan Share….Semua untuk Umat dan Syiar Islam, Kunjungi page kami dibawah ini dan klik ''Like/Suka'' untuk Bergabung. ❀ Jazzakumullahu khayran wa Barakallahu fiikum. ❀








✿Abdul  Haris  Muenthazzar ✿


❀SaLaM SantuN Erat  SiLatuRahmi dan UkhuWaH FillaH✿

✿¸.•❤•.❀ ✿¸.•❤•❤•.❀❀.•❤•.¸✿