Minggu, 24 Juni 2012


~.::ღ•Faedah dan Adab Dzikir •ღ::.~
*•

•.¸¸•ღ~.::*ღ•❀☺•ღ*::.~❀☺*::.~•


Bismillahirrahmanirrahiim..
Assallamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

*•.¸¸•ღ~.::*ღ•❀☺•ღ*::.~❀☺*::.~•

❤.♥♥˚◦☆•. (`'•.¸♥♥ ¸.•'´) .• ☆◦˚.♥♥♥♥˚◦☆•. (`'•.¸♥♥ ¸.•'´) .• ☆◦˚.♥♥
*•.¸¸•ღ~.::*ღ•❀☺•ღ*::.~❀☺*::.~•ღ


Sahabat  saudaraku fillah..Yang di Rahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dzikir adalah merupakan Ibadah, dan juga sekaligus amalan yang bernilai sedekah bagi orang fakir, yang tidak mampu bersdekah dengan bentuk materi,dengan berdzikir Qalbu seorang hamba senantiasa selalu berhubungan dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Dzikir  juga  merupakan wujud bentuk taqarrub seorang hamba Allah Subhanahu wa Ta’ala,  dimana ia terus menerus menyebut dan mengangungkan asma-asma-NYA yang agung,dengan berdizikir seorang hamba selalu menjaga harmonisasi dan kelanggengan hubungan vertikalnya,dan secara tidak langsung juga memberikan konsekuensi yang positif terhadap hubungan horizontalnya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala  Berfirman :

“Karena itu ingatlah kalian kepada-KU, Niscaya AKU (ALLAH) akan ingat (pula) kepada kalian,Dan Bersyukurlah kepada-KU,serta janganlah kalian mengingkari (nikmat)-KU”, (Q.S. Al Baqarah : 152).

Dari ayat tersebut diatas mengisayaratkan tentang, adanya suatu anjuran untuk senantiasa berdzikir  dan  berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan anjuran untuk selalu mengingat Allah Subhanahu wa Ta’ala  .Istiqamah dalam berdzikir ataupun berdoa mengindikasikan sikap tawadhu’dan tawakal kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala .

~.::Beberapa Amalan  Dzikir::.~

Diriwayatkan dalam kitab Shahih Muslim dari Samurah bin Jundub, ia berkata’ Bahwa Rasullullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda : Ucapan-ucapan (dzikir) yang sangat di Cintai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala  ada empat yaitu :

.::SUBHAANALLAH,ALHAMDULILLAH, LAA ILAAHA ILLALLAAH,ALLAHU AKBAR
“Maha Suci ALLAH,Segala puji bagi-NYA,Tiada Ilah yang Berhak disembah selain ALLAH,dan ALLAH Maha Besar.

Diriwayatkan dalam kitab Shahih Bukhari dan juga dalam kitab Shahih Muslim dari Abi Musa Al Asy’ari Radiyallahu Anhu,dimana ia berkata,Bahwa  Rasullullah Shallallahu Alaihi wa Sallam telah berkata kepadaku : salah satu harta karun dari harta-harta karun surga?”Aku menjawab “YA, wahai Rasullullah.”Lalu beliu Shallallahu Alaihi wa Sallam berkata : Ucapkanlah olehmu dzikir beriku ini “

.::LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLAA BILLAH
“Tiada Daya dan Tiada pula kekukatan terkeculai berkat bantuan Allah Subhanahu wa ta’ala.   

~.::Adab Dzikir dan Tawakkal::.~

Adab atau Tatacara untuk berdzikir agar lebih dekat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala yaitu :

Hendaklah seseorang yang melaksanakan amalan dzikir, memelihara adab-adab dzikir yang batin dan yang lahir. Dengan sempurnanya adab-adab itu, sempurnalah dzikir seseorang.

a.Adab-adab dzikir batin

Apabila seseorang hendak berdzikir, hendaklah ia menghadirkan hatinya, maksudnya mengetahui makna dzikir itu. Para ulama telah menegaskan, bahwa memahamkan makna yang diucapkan sangat perlu bagi mereka yang berdzikir, sama halnya dengan mereka yang membaca Al Qur’an.

b.Adab-adab dzikir lahir

Seyogyanya orang yang berdzikir itu berkelakuan baik, jika ia dalam keadaan duduk, hendaklah menghadap ke arah kiblat dengan sikap khusyuk’, merendahkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, tenang dan menundukkan kepala. Seyogyanya pula tempat berdzikir itu bersih. Selain itu dzikir bisa juga dilakukan ketika kita sedang berdiri, berjalan, sedang mendengarkan khutbah, ataupun sedang dalam keadaan mengantuk.

~.:: Faedah-Faedah Dzikir ::.~

Bila seseorang benar-benar melaksanakan dzikir, sesuai dengan yang dikehendaki oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya, maka ada 20 faedah yang diperoleh oleh orang tersebut, yaitu :

1.       Baik sangka kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
2.       Mendapat rahmat dan inayah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
3.       Memperoleh sebutan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala dihadapan hamba-hamba pilihan.
4.       Membimbing hati dengan mengingat dan menyebut Allah Subhanahu wa Ta’ala.
5.       Melepaskan diri dari azab.
6.       Memelihara diri dari godaan setan dan membentengi diri dari maksiat.
7.       Mendatangkan kebahagiaan dunia dan akhirat.
8.       Mendapatkan derajat yang tinggi disisi Allah Subhanahu wa Ta’ala .
9.       Memberikan sinar kepada hati dan menghilangkan kekeruhan jiwa.
10.   Menghasilkan tegaknya suatu rangka dari Iman dan Islam.
11.   Menghasilkan kemuliaan dan kehormatan di hari kiamat.
12.   Melepaskan diri dari perasaan menyesal.
13.   Memperoleh penjagaan dan pengawalan dari para malaikat.
14.   Menyebabkan Allah Subhanahu wa Ta’ala bertanya kepada para malaikat yang menjadi utusan Allah Subhanahu wa Ta’ala tentang keadaan orang-orang yang berdzikir itu.
15.   Menyebabkan berbahagianya orang-orang yang duduk beserta orang-orang yang berdzikir, walaupun orang orang tersebut tidak berbahagia.
16.   Menyebabkan dipandang ” ahlul ihsan “, dipandang orang-orang yang berbahagia dan pengumpul kebajikan.
17.   Menghasilkan ampunan dan keridhaan Allah Subhanahu wa Ta’ala .
18.   Menyebabkan terlepas dari pintu fasiq dan durhaka. Karena orang yang tiada mau menyebut Allah Subhanahu wa Ta’ala (berdzikir) dihukum orang yang fasiq.
19.   Merupakan ukuran untuk mengetahui derajat yang diperoleh disisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.
20.   Menyebabkan para Nabi dan orang Mujahidin (syuhada) menyukai dan mengasihi.

Allah Subhanahu wa Ta’ala  Berfirman  :

“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-KU (berdzikir kepada-KU), baginya penghidupan yang sempit. Dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta..”(QS. Thaha : 124)

Sahabat saudaraku fillah yang di Rahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala.Demikian Faedah dan Adab Dzikir,  seyogyanya kita berdzikir menghadirkan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam Qalbu, merenungi apa yang dibaca dalam dzikir, dan memahami maknanya.

Semoga manfaat  buat kita semua, Yang benar haq semua datang-Nya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala,yang kurang dan khilaf mohon sangat  dimaafkan ’’Akhirul qalam “Wa tawasau bi al-haq  Watawa saubil shabr “.Semoga  Allah Subhanahu wa Ta’ala ‘ Senantiasa menunjukkan kita pada sesuatu yang di Ridhai dan di Cintai-NYA....Aamiin Allahuma AAmiin.

Jazzakumullahu khayran wa Barakallahu fiikum

~.::*ღ•SaLam Santun Erat  SiLaturrahim dan Ukhuwah Fillah•ღ*::.~

*•.¸¸•ღ~.::*ღ•❀☺•ღ*::.~❀☺*::.~•ღ

Sabtu, 07 April 2012


.::Tidur di Saat Khutbah Jumat Berlangsung::
*• ♥.*•.¸¸ﷲ¸ ❀ '❀ '•.¸¸❀♥ ❀ ¸¸ﷲ¸ ❀♥.*•.¸¸ﷲ¸ ❀ '❀ ' ¸¸ﷲ¸ ❀♥

 ♥♥˚◦☆•. (`'•.¸♥♥ ¸.•'´) .• ☆◦˚.♥♥♥♥˚◦☆•. (`'•.¸♥♥ ¸.•'´) .• ☆◦˚.♥♥
 Bismillahirrahmanirrahiim..
Assallamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
 ❤.♥♥˚◦☆•. (`'•.¸♥♥ ¸.•'´) .• ☆◦˚.♥♥♥♥˚◦☆•. (`'•.¸♥♥ ¸.•'´) .• ☆◦˚.♥♥
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda :'

  “Apabila kalian bangkit  hendak menunaikan Shalat,maka Sempurnakanlah Wudhu,Kemudian menghadaplah kearah kiblat, dan bertakbirlah”. (HR. Bukhari dan Muslim). 

Dari Abi Hurairah Radhiyallahu Anhu ‘Bahwa  Rasulullah Shallallahu  Alaihi wa Sallam Bersabda:

“Barangsiapa yang Berwudhu lalu ia menyempurnakan Wudhunya, kemudian ia mendatangi Shalat  Jumat, lalu ia mendengarkan (khutbah) dan tidak berbicara, Maka akan diampuni (dosa-dosa yang dilakukannya) antara hari itu sampai hari Jumat depannya, ditambah tiga hari”.(HR. Muslim)

Sahabat Saudaraku fillah..yang di Rahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala. Makna yang dapat kita pahami dari kedua hadits diatas”Bahwa  Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, menganjurkan kepada kita umatnya, agar  ketika tiba hari jumat,hendaklah kita  bersegera menunaikan shalat jumat,dan senantiasa memperhatikan dengan penuh kesungguhan, tentang kesempurnaan wudhu, karena sah,batal dan khusyuknya  shalat ,sangat erat kaitannya dengan wudhu.

Hari jumat adalah merupakan hari besar, bagi kita umat islam. Dalam banyak riwayat, dianjurkan untuk menyuburkan amal shaleh, bahkan sejak malam jumat, karena hitungan hari dalam bulan qamariah (hijriah) dimulai yaitu sejak terbenamnya matahari (magrib).
Puncak hari jumat adalah waktu shalat dzuhur,shalatnya dikembalikan kepada asalnya shalat dua rakaat,dan dua rakaatnya dijadikan dua khutbah yang dilakukan sebelum shalat dua rakaat. 
Dua khutbah yang mengawali shalat wajib, diikuti dan didengarkan dengan khusyuk dan sungguh-sungguh oleh para jamaah. “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam’Berpesan dalam hadits bahwa hendaknya tidak berkata-kata ketika khutbah jumat sedang berlangsung.
Dari Abi Hurairah Radhiyallahu Anhu ‘Bahwa  Rasulullah Shallallahu  Alaihi wa Sallam Bersabda:

“Jika kalian Berkata kepada sahabatmu pada hari Jumat,”Diamlah ketika Khatib sedang Berkhutbah”Maka Sungguh kalian telah berkata sia-sia’(mengurangi kesempurnaan jumat)”.(HR. Bukhari dan Muslim).

Di saat kondisi siang hari yang melelahkan, di tengah  melaksanakan aktfitas, ditambah lagi secara psikologis, kita mau mengistirahatkan diri sambil memejamkan mata,yang terjadi kemudian adalah tertidur saat khutbah jumat sedang berlangsung. Maka tidak heran kita jumpai situasi beragam bermunculan, ada yang posisinya masih duduk tegak dengan tidur ringan,sampai ada yang dengan posisi agak tertunduk kedepan, bahkan ada yang sampai mengeluarkan dengkuran ringan.
Mengenai tidur saat khutbah jumat,apakah tidur membatalkan wudhu ataukah tidak,dalam masalah ini para Ulama ada yang silang pendapat, dikarenakan perbedaan dalam menilai hadits. Sebagian hadits menunjukkan bahwa tidur membatalkan wudhu. Sebagian lagi menunjukkan bahwa tidur tidak membatalkan wudhu. Sehingga dari sini para ulama menempuh dua jalan. Ada yang melakukan jama (menggabungkan dalil) dan ada yang melakukan tarjih (memilih manakah dalil yang lebih kuat).
Menurut Mazhab Syafii dan Hanafi,”Tidur yang membatalkan wudhu adalah tidur yang posisinya memungkinkan keluarnya angin (buang angin),tanpa disadarinya,yaitu tidur dalam posisi berbaring atau bersandar di tembok atau tiang,sehingga membatalkan wudhu yang otomatis juga membatalkan shalat.
Akan tetapi bila tidur dalam posisi duduknya biasa, dan tidak berubah posisi duduk,yang memungkinkan buang angin keluar,maka wudhunya tidak batal, bila tidurnya tidak membatalkan wudhu kemudian bangun ikut melakasanakan shalat jumat,maka shalat jumatnya sah. Sebagaimana diriwayatkan oleh At Tirmidzi dari Ibnu Abbas “Bahwa Rasulullah Shllallahu Alaihi wa Sallam Bersabda :”Wudhu Tidak Wajib kecuali bagi yang Tidurnya Terlentang”.
Imam Malik meriwayatkan bahwa Sahabat Rasulullah Shllallahu Alaihi wa Sallam”Ibnu Umar Radhiyallahu Anhu’ Tidur sambil duduk, tentu dengan duduk biasa.Kemudian ia bangun, dan terus melaksanakan shalat tanpa wudhu lagi.’ Menurut Anas bin Malik, sahabat-sahabat Rasulullah Shllallahu Alaihi wa Sallam’pun terkadang tidur sambil duduk, sampai sekali-kali kepala mereka pun terkantuk-kantuk,untuk menanti datangnya shalat isyah.Kemudian mereka melaksanakan shalat tanpa wudhu lagi.
“Adalah para Sahahabat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam’ Menunggu Shalat Isya sampai kepala mereka terkantuk-kantuk, kemudian mereka Shalat dan tidak Berwudhu lagi”. (HR Abu Dawud).

Sementara itu Mazhab Maliki dan Hambali, tidak membedakan posisi duduk tidurnya, tetapi dari nyenyaknya tidur. Siapa yang tidurnya ringan,tidak batal wudhunya,dan shalat yang dilaksanakannya InsyaAllah sah. Ini Berdasarkan Hadits yang diriwayatkan dari Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu’  sebagaimana hadits diatas,yang menunjukkan bahwa tidur   yang ringan, tanpa mempertimbangkan cara duduk tidak membatalkan wudhu.
Perlu diketahui bahwa bagi yang shalat jumatnya sah, belum tentu mendapat keutamaan Jumat. Kemungkinan ia hanya gugur kewajiban shalat jumatnya. Karena dua rakaatnya adalah khutbah jumat, yang dilakukan sebelum shalat dua rakaat. Karena wajib bagi seorang muslim khusunya laki-laki untuk mendapatkan, dan mendengarkan nasehat-nasehat  tentang ketaqwaan disaat khatib sedang berkhutbah.
Inilah yang disebut laa Jum’ata lahu ‘(tidak sempurna jumatnya). Karena ia hanya mendapatkan setengahnya, yaitu shalat dan setengahnya lagi disia-siakan,yaitu dua khutbah dari khatib tidak didengarnya,sehingga tidak tahu pesan ketaqwaan. Ada fadilah lain yang dihidangkan saat hari jumat    ,yaitu kesempatan bertemu, dengan saudara-saudara  kita muslim yaitu silaturahmi.
Dari uraian diatas bahwa sebagian besar para Ulama,berpendapat mengenai tidur yang membatalkan wudhu adalah tidur terlelap, yang tidak lagi dalam keadaan sadar.Dalam arti kata bahwa ia tidak lagi mendengar suara,atau tidak merasakan lagi sesuatu jatuh dari tangannya,tidur seperti inilah yang mebatalkan wudhu,baik tidurnya dalam keadaan berdiri,ruku, atau sujud.Karena tidur semacam inilah yang Mazhannatu Lil Hadats,yaitu kemungkinan muncul hadats sehingga membatalkan wudhu.

Demikian semoga manfaat  sebagai Renungan buat kita semua,’ Yang benar haq semua datang-Nya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala,yang kurang dan khilaf mohon sangat  dimaafkan ’’Akhirul qalam “Wa tawasau bi al-haq  Watawa saubil shabr “.Semoga  Allah Subhanahu wa Ta’ala . senantiasa menunjukkan kita pada sesuatu yang di Ridhai dan di Cintai-Nya..Aamiin Allahum Aamiin. *(Refrensi dari Berbagai Sumber)*

¸.•´... ¸.•´¨) ¸.•*¨)♥*☀* ♥*
♥.•*´¨`*•. (`'•.¸♥ ¸.•'´) .•*´¨`*•.♥ ♥.•*´¨`*•. (`'•.¸♥ ¸.•'´) .•*´¨`*•.♥
❤.♥♥˚◦☆•. (`'•.¸♥♥ ¸.•'´) .• ☆◦˚.♥♥♥♥˚◦☆•. (`'•.¸♥♥ ¸.•'´) .• ☆◦˚.♥♥

Sahabat Saudaraku  fillah Silakan di Share….Semua untuk Umat dan Syiar Islam,  Follow Twitter dan Kunjungi FanPage kami dibawah ini dan klik ''Like/Suka'' untuk Bergabung.
Jazzakumullahu khayran wa Barakallahu fiikum.

✿Follow  Twitter   @AH_Muenthazzar✿
✿Follow  Twitter   @MenataAkhlaq✿

(¯`v´¯) ♥♥°˜¨•☆
`•.¸.•´ ♥♥
¸.•´... ¸.•´¨) ¸.•*¨)♥*☀* ♥*
♥.•*´¨`*•. (`'•.¸♥ ¸.•'´) .•*´¨`*•.♥ ♥.•*´¨`*•. (`'•.¸♥ ¸.•'´) .•*´¨`*•.♥
(⁀‵⁀) ..•❤•.¸✿ ✿.Salam Santun Erat  Silaturahmi ❀
`
⋎´✫¸.•°*”˜˜”*°•         &   Ukhuwah Fillah ALL ♥❀
..✫¸.•°*”˜˜”*°•. ♥
☻/ღ˚ •。* ˚✰˚ ˛★* 。 °♥✿.❀
/▌*˛˚ღ •˚ ✰* ★
/ \ ˚.
.❀¸.•❤•.❀ ..•❤•.¸✿ ✿¸.•❤.
◦☀°•˚◦♥◦˚•°◦✿¸.•❤•.❀ ✿¸.•❤•❤•.❀❀.•❤•.¸✿